Tolak ketuhanan Isa 1
Ahmed Deedat, penjaga kemurnian Islam dari segi tauhid. Ia bentangkan bagaimana
sudut pandang Al-Qur'an tentang adanya Allah dan sudut pandang Injil tentang Almasih.
Menurut Deedat, dalam Injil ada banyak alasan-alasan yang justru isinya tidak mempercayai
adanya Almasih.
Judul Asli: Hal Al Masiihu Hua Allah
Penulis: Ahmed Deedat
Islam yaitu satu-satunya agama yang menyatakan dan meyakini adanya Tuhan yang sempurna. Artinya, bahwa Dia tiada
memiliki sekutu baik dalam tabiat maupun sifat-sifat-Nya. Seperti dalam firman-Nya:
"Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah yaitu Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada
beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." (Al-Ikhlash: 1-4)
Baru-baru ini di Benoni, Afrika Selatan, ada seorang penginjil yang kurang mahir dalam ilmu agama, tapi ia suka mengagung-
agungkan waham pribadinya. Dia menyatakan bahwa dirinya yaitu utusan Al Masih, yang ditugaskan Allah untuk
mengkristenkan kaum Muslimin.
Karena ia seorang advokat, tentu saja ia memiliki kemahiran dalam bersilat lidah. Ia malah berani menggunakan Al-Qur'anul
Karim sebagai dalil khotbahnya, meskipun menyimpang dari tujuan dan pengertian yang sebenarnya. Ia memang sama sekali
tidak memahami sepatah katapun bahasa Arab. Ia ingin agar kaum muslimin mengimani bahwa Isa As yaitu Tuhan juga,
padahal ini suatu akidah yang amat buruk bagi kita, kaum muslimin. Akidah ini amat bertentangan dengan kesempurnaan Allah
Ta'ala yang mutlak.
Dengan berbagai cara orang ini berupaya memutar-balikkan jalan kebenaran. Namun Allah Swt berfirman:
"Katakanlah (Muhammad): "Telah datang kebenaran (Islam) dan telah hancur kebatilan. Sesungguhnya yang batil Itu pasti akan
hancur." (A1-Isra: 81)
Dengan demikian jelaslah, segala daya upaya orang tidak akan berhasil, karena jalur kebenaran itu tidak dapat diputar-balikkan
dan ini sesuai dengan janji Allah dalam firman-Nya.
Dua Alasan
Dalam memutar-balikkan ayat-ayat Allah, penginjil itu mengemukakan dua alasan mengenai pernyataannya tentang Isa
Alaihissalam yaitu Allah, yaitu:
1. Ketika kita mengatakan bahwa Isa itu Tuhan ( atau meskipun Dia yaitu Allah yang sebenarnya), namun kita tidak
akan menjadikan-Nya Tuhan Bapak! Ia yaitu satu dengan Tuhan Bapak, karena itulah Dia bersekutu dalam tabiat-Nya
2. Dia (Isa Alaihissalam) ditinjau dari berbagai sisi seperti Tuhan Bapak, tapi bukan Tuhan Bapak itu sendiri.
Alhasil, berdasarkan keterangan si advokat itu, Isa Alaihissalam yaitu Allah, karena Dia bersekutu dalam tabiat Allah dan dari
berbagai sisi seperti Allah.
Demikianlah ia mengemukakan kedua alasannya itu untuk membuktikan ketuhanan Isa Alaihissalam. Suatu alasan yang dangkal
dan tidak layak dikemukakan oleh orang yang berprofesi sebagai advokat.
Di bawah ini akan kami paparkan beberapa bukti dari kitab sucinya sendiri untuk meyakinkan bahwa Isa As tidak bersekutu
dengan tabiat Allah dan dilihat dari segala sisinya, ia tidak menyerupai Allah. Karena itulah Allah tidak mungkin diperilahkan.
Kami akan memberikan contoh-contohnya dari kitab suci mereka sendiri tanpa banyak komentar karena menurut anggapan umat
Nasrani kitab itu merupakan bukti kebenaran dirinya!
Sesungguhnya perkataan yang mengatakan bahwa Isa Alaihissalam Itu yaitu Allah, bukan hanya merupakan cemooh terhadap
(salah satu) ketuhanan, tetapi merupakan bentuk terendah dari kekafiran, sekaligus penghinaan terhadap kecerdasan akal
manusia!
Semua kutipan ayat-ayat dipetik dari kitab suci yang berlaku dan dinyatakan sah. Pada tiap kepala karangan dan isinya, sebutan
nama Isa Alaihissalam sengaja kami beri lafdhul jalalah. Nama kebesaran Allah dalam kurung sebagai berikut (Allah), untuk
lebih menarik perhatian orang yang sudi berpikir lebih jauh dan mendalam. Alangkah dangkalnya kotbah si advokat itu yang
menyatakan bahwa Isa Alaihissalam yaitu Allah!
BAGIAN PERTAMA : Hari Milad Allah
1. (Allah) Diciptakan dari Keturunan Daud "Tentang anakNya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud."
(Surat Paulus kepada Jemaat di Roma 1:3)
2. (Allah) dari Buah Sulbi Daud "Tetapi ia yaitu seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan
mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhta-Nya." (Kisah
para Rasul 2:30)
3. Nenek moyang (Allah) Berdasarkan silsilah Isa Almasih "Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham..."
(Matius 1:1 )
4. Jenis Kelamin (Allah) "Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus." (Lukas 2:21)
5. Bagian Maria Mengandung dan Melahirkan (Allah) "Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
dan ia melahirkan seorang anak laki-laki." (Lukas 2:6- 7) "Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan
penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan." (Wahyu kepada Yohanes 12:2)
6. (Allah) Menetek pada Seorang Perempuan "Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara
orang banyak dan berkata kepadaNya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah
menyusui Engkau." (Lukas 11:27)
7. Tumpah Darah (Allah) "Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada jaman raja Herodes." (Matius 2: i )
8. Profesi (Allah) "Bukan Ia ini anak tukang kayu." (Matius 13:55) "Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria?" (Markus
6:3)
9. Kendaraan (Allah) "Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai
beban yang muda." (Matius 21:5) "Yesus menemukan seekor keledai muda lalu ia naik ke atasnya." (Yohanes 12:14)
10. (Allah) Minum Arak dan Makan "Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata,
"Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa." (Matius 11:19) "Kemudian
Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata, "Lihatlah, ia seorang pelahap dan peminum, sahabat
pemungut cukai dan orang berdosa." (Lukas 7:34)
11. Kemiskinan (Allah) "Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi anak
manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya." (Matius 8:24)
12. Milik (Allah) yang Remeh "Aku membabtis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa daripadaku akan datang
dan membuka tali kasutNya pun aku tidak layak." (Lukas 3:16) "Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus,
mereka mengambil pakaianNya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian dan
jubahNya juga mereka ambil. JubahNya itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja." (Yohanes
19:23)
13. (Allah) Berkehangsaan Yahudi yang Taat "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia
pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana." (Markus 1:35)
14. (Allah) Loyal kepada Pemerintah Kaisar Roma "Berikan kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar
dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." (Matius 22:21 dan Matius 17:24-27)
15. (Allah) Anak Yusuf "Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia yang
disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." (Yohanes 1:45)
16. Ibu dan Saudara-saudara (Allah) "Setibanya di tempat asalNya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat
mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperolehNya hikmah itu dan kuasa untuk mengadakan
mukjizat- mukjizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibuNya bernama Maria dan saudara-saudaraNya
perempuan semuanya ada bersama kita? ]adi dari mana diperolehNya semuanya itu?" (Matius 13:5456)
17. Perkembangan Hidup (Allah) "Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada
padaNya." (Lukas 2:40)
18. Perkembangan Akal dan Hikmat (Allah) "Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besarNya,
dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia." (Lukas 2:52)
19. Dalam Usia 12 Tahun (Allah) Dibawa ke Yerusalem "Tiap-tiap tahun orangtua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari
raya Paskah. Ketika Yesus telah berusia 12 tahun, pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu."
(Lukas 2:41-42)
20. (Allah) Tidak berdaya "Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriKu sendiri." (Yohanes 5:30)
21. (Allah) Tidak Mengetahui Waktu "Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, Malaikat-malaikat di
sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapak saja." (Markus 13:32)
22. (Allah) Tidak Mengetahui Musim "Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas muridNya meninggalkan Betania,
Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-
kalau la mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daunan
saja, sebab memang bukan musim buah ara." (Markus 11:12-13)
23. (Allah) Tidak Terpelajar "Waktu pesta itu sedang berlangsung, Yesus masuk ke Bait Allah lalu mengajar di situ. Maka
heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: "Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!
(Yohanes 7:14-15)
24. (Allah) Belajar dari Pengalaman "Dan sekalipun la yaitu Anak, la telah belajar menjadi taat dari apa yang telah
dideritaNya." (Surat kepada Orang Ibrani 5:8)
25. (Allah) Diuji oleh Iblis "Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia ditinggal
empat puluh hari lamanya dicoba oleh lblis." (Markus 1:12-13)
26. Iblis Berulang kali Menguji (Allah) "Sesudah iblis mengakhiri semua percobaan itu, ia mundur dari padaNya dan
menunggu waktu yang baik." (Lukas 4:13)
7
27. (Allah) Sama dengan Orang Awam, Diuji Juga "Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa." (Ibrani 4:151
28. (Allah) Yang Benar, Tidak Dicobai oleh Yang~ahat "Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang fahat, dan la sendiri
tidak mencobai siapapun." (Surat Yakobus 1:13)
29. Selain (Allah ) Diuji dengan Kejahatan "Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan
dipikat olehnya." (Surat Yakobus 1:14)
30. (Allah) Mengakui dan Bertobat "Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibabtis
olehnya." (Matius3:13) Ini menunjukkan pengakuan atas dosa (Matius 3:6), bertobat daripadanya (Matius 3:11 )
31. (Allah) Tidak Datang untuk Menolong Orang-orang Berdosa "Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikutNya dan kedua
belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. JawabNya: Kepadamu telah diberikan rahasia kerajaan
Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: "Sekalipun melihat,
mereka tidak menanggap, sekalipum mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat
ampun." (Markus 4:10-12)
32. (Allah) yang Rasialis "Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud." (Wahyu 5:5)
33. (Allah) Datang Hanya untuk Bangsa Yahudi Saja "Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang
dari umat Israel." (Matius 15:24)
34. (Allah) Memecah-belah dan Berat Sebelah "Keduabelas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka:
"Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria melainkan pergilah ke
domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Matius 10:5-6)
35. Selain dari Yahudi, Hanyalah Anjing di Mata (Allah) "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan
melemparkannya kepada anjing." (matius 15:26)
36. Kerajaan (Allah) "Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan kerajaannya tidak akan
berkesudahan." (Lukas 1:33)
37. Gelar Kebesaran (Allah) "Raja orang Yahudi" (matius 2:2) "Engkau raja orang Israel" (Yohanes 1:49 dan 12:13)
38. (Allah) yang T`idak Menyerupai Tuhan "Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya
laparlah Yesus." (Matius 4:2) "Pada pagi-pagi hari dalam perjalananNya kembali ke kota, Yesus merasa lapar." (Matius
21:18)
"Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas muridNya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar." (Markus
11:12)
39. (Allah) Haus "Aku haus!" (Yohanes 19:28)
40. (Allah) Tidur "Tetapi Yesus tidur." (Matius 8:24) "Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur." (Lukas 8:23)
"Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam." (Markus 4:38)
41. (Allah) Letih "Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu." (Yohanes 4:6)
42. (Allah) Masygul Hatinya dan Terharu "Maka masygullah hatiNya. Ia sangat terharu." (Yohanes 1 1:35)
43. (Allah) Menangis "Maka menangislah Yesus." (Yohanes 11:35)
44. (Allah) Sedih dan Gentar "Maka mulailah la merasa sedih dan gentar, lalu kataNya kepada mereka: "HatiKu sangat
sedih, seperti mau mati rasanya." (Matius 26:37-38)
45. (Allah) Takut dan Gentar "Ia sangat takut dan gentar, lalu kataNya kepada mereka: "Hatiku sangat sedih, seperti mau
mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah." (Markus 14:34)
46. (Allah) Lemah "Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-
Nya. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa." (Lukas 22:43-44)
47. (Allah) MengusirPedagang dengan Kekerasan dan Cambuk "Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir
semua pedagang di situ." (Lukas 19:45) "Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke
Yerusalem. Dalam hati suci didapatiNya pedagang-pedagang lembu, kambing, domba, dan merpati, dan penukar-
penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait suci dengan semua
kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar itu dihamburkanNya ke tanah dan meja-meja mereka
dibalikkanNya." (Yohanes 2:13-i5)
48. (Allah) Dewa Peperangan "]angan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku
datang bukan untuk membawa damai di atas bumi, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari
ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang
seisi rumahnya." (Matius 10:34-36) "KataNya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-
pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya
hendaklah ia menjual jubahnya dan mernbeli pedang." (Lukas 22:36)
49. (Allah) Yang Lari "Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di
sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuhNya." (Yohanes 7:1)
50. (Allah) Tidak Berani Tampil Di Depan Yahudi "Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu
Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi." (Yohanes 11:53-54)
51. (Allah) Lari dari Hadapan Mereka "Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia lompat dari tangan mereka."
(Yohanes 10:39)
52. (Allah) Dilempari Batu dan Lari "Lalu mereka mengambil batu melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan
meninggalkan Bait Allah." (Yohanes 8:59)
53. (Allah) Dikhianati Muridnya "Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul
di situ dengan murid-muridNya. Maka datanglah Yudas ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait
Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata."
(Yohanes 18: 2-3)
54. (Allah) Ditangkap dan Dihina "Dan orang-orang.yang menahan Yesus, mengolok-olok Dia dan memukuliNya. Mereka
menutupi mukaNya dan bertanya: "Cobalah katakan siapakah yang memukul Engkau?" (Matius 26:67-68)
55. Muka (Allah) Ditampar Seorang Penjaga "Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ,
menampar mukaNya sambil berkata: "Begitukah jawabmu kepada Imam besar? Jawab Yesus kepadanya. "Jikalau
kataKu itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kataKu itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?"
(Yohanes 18:22-23)
56. (Allah) Dijatuhi Hukuman Mati "Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati."
(Markus 14:64) "Mereka menjawab dan berkata: "Ia harus dihukum mati! (Matius 26:66)
57. (Allah) Seperti Seekor Domba yang Dibawa ke Pembantaian "Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan Ia
tidak membuka mulutNya. Dalam kehinaanNya berlangsunglah hukumanNya." (Kisah para rasul 8:32-33)
58. Akhir Kesudahan (Allah)
a. .(Allah) Mati "Lalu bersuaralah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawaNya." (Markus 15:37)
b. Kematian (Allah) Sudah Ditentukan "Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-
orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah." (Roma 5:6) "Tetapi ketika mereka sampai kepada
Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati." (Yohanes 19:33)
c. Minta Mayat (Allah) "Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk
menyerahkannya kepadanya. Dan Yusuf pun mengambil mayat itu." (Matius 27:58-59)
d. Kain Kafan (Allah) "Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengafaninya dengan kain lenen yang putih
bersih, lalu membaringkanNya di dalam kuburNya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan
sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia." (Matius 27:59-60)
e. Pernyataan Berkabung dengan Kematian (Allah) "Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia
memuliakan Allah, katanya: "Sesungguhnya, orang ini yaitu orang benar." (Lukas 23:47)
Berdasarkan kutipan-kutipan dari kitab suci yang telah kami paparkan di atas, kami tidak menemukan adanya kekuatan dan
kebenaran alasan yang dikemukakan oleh si advokat itu mengenai bersekutunya Isa Alaihissalam dengan Allah baik dalam
tabiatnya maupun dalam kemiripannya dari segala sisi. Karena itulah kami berkesimpulan bahwa Isa Almasih itu bukan Allah.
Walaupun si advokat itu telah berusaha dengan segala daya hendak memutar-balikkan fakta, tapi pasti ia tidak mungkin dapat
membuktikan bahwa Isa As itu yaitu Allah.
Dia dan para penginjil lainnya yang mengatas-namakan Yesus Almasih mustahil dapat meyakinkan kaum muslimin tentang
pernyataan mereka mengenai Isa Alaihissalam yang dikatakannya lebih dari seorang lelaki biasa.
BAGIAN KEDUA : Almasih bukan Nama
Dewasa ini lebih dari semilyar kaum Masehi beriman pada pernyataan "Yesus (Isa Alaihissalam) yang berasal dari Nazaret
yaitu Almasih". Mereka mengimaninya tanpa meneliti secara mendalam. Mereka mengemukakan "seribu satu" ramalan dari
kitab suci bangsa Yahudi (Perjanjian Lama) untuk membuktikan pengakuannya tentang "Yesus yaitu Almasih yang dijanjikan
oleh bangsa Yahudi".
Marilah kita tinggalkan "seribu" ramalan itu dan kita teliti satu kebenaran saja, yang telah diramalkan sendiri oleh Yesus. Itu
merupakan satu-satunya ramalan Yesus yang tidak diragukan lagi dalam Injil. Untuk itu marilah kita teliti kembali, apakah ia
sudah menepati janjinya kepada bangsa Yahudi.
Pertama-tama, kita harus menerima kebenaran kata "Almasih" sebagai gelar, bukan nama.
Almasih terjemahan dari kata Ibrani "Mesias", yang artinya "seorang yang diurap dengan minyak kudus". Persamaan katanya
dalam bahasa Yunani ialah "Christos", yang dalam bahasa Inggris disebut dengan "Christ".
Pada masa itu para alim ulama dan raja-raja yang hendak dilantik untuk menduduki suatu jabatan tertentu "diurap" dengan
minyak kudus. Kitab suci memberikan gelar ini meskipun kepada Raja Cyrus (dari Parsi) yang menyembah berhala, seperti
dalam bunyi ayatnya:
"Beginilah firman Tuhan: "inilah firmanKu kepada orang yang kuurapi, kepada Koresy yang tangan kanannya Kupegang, supaya
Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya
9
pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup." (Yesaya 45:1 )
"Lukas mengisahkan kepada kita, ujarnya:
"Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum ia
dikandung ibuNya." (Lukas 2:21 )
Nama yang diberikan kepada Maryam untuk anaknya sebelum dilahirkan yaitu Yesus (Isa), bukan Almasih. Ia mengaku dirinya
"Almasih", sesudah dibaptis oleh Yohanes Pembabtis (Yahya Alaihissalam). Terhadap gelar ini, bangsa Yahudi tidak sepenuhnya
menerima. Oleh karena itu mereka meminta suatu tanda!
Dalam Injilnya, Matius meugutarakan tentang ahli Taurat dan orang Farisi yang datang kepada Yesus untuk meminta tanda itu.
Mereka berkata, "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." (Matius 12:38)
Mereka menuntut hakikat dari kebenaran yang dibawanya itu. Yang mereka minta bukan hanya suatu permainan "sulap" atau
"kecepatan permainan tangan", seperti mengeluarkan kelinci dari dalam topi, atau menginjak bara api. Mereka menganggap
mukjizat seperti itu hanya semacam permainan sihir dari para peramal atau dukun pembuat jampi-jampi.
Tapi apakah Yesus sudah membuktikan kebenaran janji yang pernah diucapkannya itu? Secara aklamasi umat Nasrani
mengatakan "Ya!" Mereka beraklamasi tanpa memperdulikan nasihat-nasihat kitab sucinya sendiri, yang mengatakan kepada
mereka: "Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik." (I Tesalonika 5:21 )
BAGIAN KETIGA : Masalah Kebangkitan Al-Masih
A. Tidak Ada "Tanda" Hanya Satu Tanda Untuk Yahudi!
Namun Yesus menjawab permintaan orang Yahudi itu dengan keras dan kasar. Ia berucap, "Angkatan yang jahat dan tidak setia
ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal
di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam."
(Matius 12:339-40).
Dari perkataan di atas terlihat, Yesus tidak berusaha bersikap baik dan lemah lembut kepada orang Yahudi dengan menunjukkan
bukti-bukti yang pernah diberikan selama itu, misalnya:
a. Mukjizat memulihkan penglihatan seorang pengemis buta yang bernama Bartimeus. (Markus 10:46-52) dan (Lukas
18:35-43)
b. Mukjizat menyembuhkan penyakit pendarahan wanita yang dideritanya selama dua belas tahun, sehingga sampai
menghabiskan semua miliknya. Yesus melakukan itu hanya dengan menjamah jubahnya. (Markus 5:25-34)
c. Mukjizat mengeluarkan roh jahat ke dalam tubuh kawanan babi yang berjumlah lebih dari dua ribu ekor. (Markus 5:1-
20)
d. Mukjizat memberi makan kepada lima ribu orang yang mengikutinya. (b:l-15)
Namun sayang, terhadap orang Yahudi Yesus tidak mengingatkan mereka. Yesus tidak berusaha mengingatkan orang Yahudi
agar tidak menuntut hal-hal baru dan mengajak mereka merenungi kembali tanda dan mukjizat yang sudah pernah ia berikan. Di
sini Yesus malah menyatakan dengan keras dan kasar kepada mereka: "Tidak akan diberikan tanda, (kecuali satu tanda), seperti
tanda nabi Yunus!"
B. Yunus Melarikan Diri Dari Tugas Da'wah.
Lantas apa sebenarnya ayat (mukjizat) Yunus Alaihissalam itu?
Untuk menemukan jawabannya terlebih dulu kita harus membaca surat Yunus dalam Perjanjian Lama. Menurut kitab itu, Allah
telah memerintahkan kepada Yunus agar pergi ke kota Niniwe untuk memperingatkan penduduk kota itu agar segera bertobat dan
insaf dari segala tingkah lakunya yang jahat. (Yunus 3:8)
Namun ternyata Yunus enggan pergi ke Niniwe. Ia malah melarikan diri ke Yafo. Di sana ketika ia melihat sebuah perahu yang
10
akan berlayar, dengan cepat ia naik untuk melarikan diri dari perintah Allah.
Ketika perahu berada di tengah laut, tiba-tiba datang angin topan dan gelombang besar yang menakutkan. Melihat kejadian ini si
nakhkoda berkeyakinan bahwa di antara penumpangnya pasti ada salah seorang yang telah berbuat durhaka. Si nakhkoda
kemudian berembuk dengan para penumpangnya untuk mengatasi masalah ini. Kemudian mereka berkata, "Marilah kita undi,
supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." (Yunus 1:7)
Meskipun Yunus merasa enggan memenuhi perintah Allah untuk pergi berdakwah, tapi setelah kalah dalam undian, dengan
gagah berani ia menawarkan diri untuk melaksanakan hukuman itu. Katanya, "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut,
maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang
kamu." (Yunus 1:12)
C. Hidup Atau Matikah, Yunus?
Dengan gagah berani nabi Yunus Alaihissalam menyerahkan dirinya untuk dijadikan tumbal dan korban. Dengan sendirinya,
sebelum dilemparkan ke dalam laut, ia tidak usah dipenggal atau ditikam terlebih dahulu. Dengan sukarela ia sudah menyatakan
kesiapannya untuk dilempar ke dalam laut. Seraya berkata, "Campakkanlah aku ke dalam laut! "
Kini timbul pertanyaan, "Apakah ketika dilemparkan ke dalam laut Yunus Alaihissalam dalam keadaan mati atau hidup?"
Semua anak-anak Nasrani yang mengikuti pelajaran hari Minggu akan menjawab tanpa pikir panjang lagi: "Dalam keadaan
hidup! Setelah itu barulah gelombang laut dan angin ribut reda!"
Apakah hanya secara kebetulan saja ia ditelan ikan? Di dalam perut ikan itu, apakah Yunus dalam keadaan hidup atau mati?
Dengan serentak anak-anak Nasrani pasti akan menjawab, "Dalam keadaan hidup!"
Kalau begitu apa buktinya?
Mereka akan menjawab dengan serentak, "Yunus berdoa kepada Tuhan Allahnya di dalam perut ikan itu. Katanya, "Dalam
kesusahan aku berdoa kepada Tuhan dan Ia menjawab aku." (Yunus 2:1-2) Selanjutnya anak-anak itu akan menjawab lagi, "Yang
jelas di dalam perut ikan itu Yunus hidup, karena orang mati tidak berseru dan berdoa!"
Lantas apakah selama tiga hari ikan itu membawanya mengarungi lautan, Yunus dalam keadaan mati atau hidup?
Jawaban mereka pasti tidak akan berubah: "Hidup!"
Apakah Yunus mati atau hidup, ketika ikan itu memuntahkannya ke pantai (setelah tiga hari)?
]awaban mereka tetap tidak berubah: "Hidup!"
Jawaban anak-anak Nasrani itu bisa diterima oleh semua golongan agama, baik Yahudi, Nasrani, maupun Islam.
D. Persepsi Kaum Masehi
Terhadap Yesus, Bertentangan Dengan Peristiwa Yunus
Jika dikatakan Yunus hidup selama tiga hari tiga malam, maka seharusnya Yesus juga hidup di dalam kuburnya, seperti yang
diramalkannya sendiri.
Kaum Nasrani bergantung kepada benang lapuk. Mereka menyatakan "Yesus mati". Sebenarnya hal ini dilakukan demi untuk
mengabdikan pada "idee" juru selamat. Karena itulah, tidak bisa tidak; harus dijawab bahwa Yesus mati selama tiga hari tiga
malam dalam kuburnya. Pernyataan ini jelas amat berbeda dengan apa yang diucapkan Yesus dalam ramalannya. Yunus tetap
hidup selama tiga hari tiga malam, tetapi Yesus telah mati selama tiga hari tiga malam. Pernyataan ini juga dikemukakan oleh
kaum Masehi.
Pernyataam kaum Nasrani ini amat berbeda dengan peristiwa yang telah terjadi terhadap Yunus padahal Yesus telah berkata:
11
"Seperti Yunus". Ia tidak berkata: "Berbeda dengan Yunus!" Pernyataan kebenaran ini merupakan kebenaran ukuran Yesus yang
diberikan kepada dirinya sendiri. Yesus juga mengatakan bahwa ia bukan Mesias bangsa Yahudi yang sebenarnya.
Bila yang ditulis dalam Injil yang asli itu benar demikian, maka kenapa kita mencela penolakan bangsa Yahudi terhadap
"Almasih"?
Tiga hari + tiga malam = 72 jam?!
Seorang doktor ketuhanan dan profesor dalam ilmu theologi berbicara tentang masalah paragraf (Matius 12:40) yang
diperselisihkan itu. la mengatakan bahwa penekanannya lebih dititik-beratkan pada masalah faktor waktu: "Sebab seperti Yunus
tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga anak manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga
malam."
Profesor ini juga menambahkan. Katanya, "Saya meminta perhatian anda pada kata "tiga" yang diulang-ulang sebanyak empat
kali untuk membuktikan bahwa Yesus merealisasikan ramalannya yang berkenaan dengan "lamanya waktu" yang akan dilaluinya
di dalam kubur. lni bukan "seperti Yunus" yang berkenaan dengan keadaan hidup atau mati selama masa itu."
Bila yang ditekankan Yesus di sini hanya fakxor waktunya saja, baiklah kita bertanya kepada sang profesor itu, "Apakah Yesus
sudah merealisasikan janjinya kepada orang Yahudi? Maka si Nasrani yang dogmatis akan menjawab dengan lantang: "Sudah!"
E. Kapan Yesus Disalib?
Kini timbul pertanyaan: "Kapan Almasih disalib? Seluruh dunia Masehi akan mengatakan: "Pada hari jumat!"
Peristiwa inilah yang menyebabkan timbulnya pesta peringatan yang disebut "Good Friday" (hari jumat yang baik). Seluruh umat
Masehi di Amerika hingga ke Zambia, di Afrika Selatan, dari Ethiopia sampai ke Zaire semua mengadakan hari besar resmi pada
hari "jumat" yang mendahului hari raya Paskah.
Timbul pertanyaan, "Apa yang membuat "Good Friday" mempunyai tempat yang begitu terhormat di kalangan kaum Nasrani?"
Seluruh umat Masehi akan serempak mengatakan: "Karena kematian Almasih di atas kayu salib pada hari ini untuk
membersihkan dosa-dosa kita."
Tapi benarkah Yesus telah dibunuh di atas kayu salib pada hari jumat 1950 tahun yang lalu? Umat Masehi akan serentak
menjawab: "Benar!"
Berdasarkan keterangan singkat yang ada di Injil, kami berkesimpulan kaum Yahudi sudah kegerahan benar ingin cepat-cepat
membersihkan negerinya dari Yesus. Oleh karena itu, begitu Yesus tertangkap, ia langsung diadili secara kilat di tengah malam
buta. Di pagi buta, pengadilan langsung mengirimkan Yesus dan menyerahkannya kepada Pilatus, wali negara itu.
Kami juga berkesimpulan, orang yang menangkap Yesus sebenarnya merasa takut, karena mereka tahu Yesus bukan saja
dipandang sebagai pahlawan, tapi juga dipandang sebagai orang yang baik dan benar. Tapi sebaliknya, musuh-musuhnya sangat
muak dan ingin cepat-cepat membunuhnya.
Musuh-musuhnya berhasil memaksa penguasa setempat untuk menyalibnya. Mereka jugalah yang ingin cepat-cepat menurunkan
Yesus dari kayu salib sebelum matahari Jumat terbenam. Ini dilakukan demi menghormati hari Sabtu yang kudus bagi mereka
(orang Yahudi). Bagi mereka hari Sabtu yang kudus dimulai sekitar pukul enam sore hari Jumat.
Untuk ini bangsa Yahudi sudah diperingatkan dalam Kitab surat Ulangan 21:23. Mereka dilarang menggantung mayat orang
yang disalib yang dikutuk Allah (semalam suntuk) di atas kayu salibnya. Mayat itu harus segera dikuburkan pada hari itu juga
supaya bumi Allah-tidak terkena najis.
Begitu besar perhatian mereka pada hari Sabtu. Demi mensucikan hari Sabtu maka mayat Yesus segera diturunkan dari atas kayu
salibnya.
Demikianlah yang telah dilakukan oleh murid-murid rahasia Yesus kepada Pilatus. Mereka meminta agar diperbolehkan
menurunkan mayat Yesus dan menguburkannya menurut adat bangsa Yahudi. Mereka memandikannya, mengafaninya dengan
kain lenen dan membubuhinya dengan rempah-rempah sesuai tradisi bangsa Yahudi (Yohanes 19:39). Setelah itu mereka
12
memasukkan mayat yang sudah dikafani itu ke dalam tanah galian kuburan menjelang malam.
Di antara berbagai golongan dan mazhab yang beraneka ragam dalam agama Masehi ada banyak perselisihan dan perbedaan.
Namun untuk mengatasi perselisihan itu mereka telah bersepakat untuk menduga bahwa Yesus berada dalam kubur pada Jumat
malam, seperti dugaan mereka Yesus masih berada di dalam kuburnya pada pagi hari Sabtu. Mereka juga menduga Yesus masih
di dalam kuburnya pada Sabtu malam. Mengenai dugaan ini umat Masehi telah bersepakat dengan sepenuh hati.
Kami sengaja mengulang-ulang kata "menduga atau dugaan" hingga tiga kali, karena terhadap kejadian ini semua Injil hanya
berdiam diri terutama dalam menetapkan kepastian waktu Yesus ke luar dari kuburnya.
Ada kemungkinan Yesus telah dibawa pergi oleh "murid-murid rahasianya" pada malam Jumat ke suatu tempat yang lebih aman.
Tapi dalam hal ini kami tidak mempunyai hak untuk berprasangka terhadap para pengarang Injil. Oleh karena itulah saya sengaja
mengulang kata "menduga dan dugaan" sampai tiga kali.
Sekarang marilah kita melihat pemecahan terakhir tentang kebenaran Yesus (telah tinggal) dalam kuburnya selama tiga hari tiga
malam.
Dalam kitab suci umat Nasrani sendiri dikatakan bahwa Yesus dikubur sore hari jumat menjelang matahari terbenam, dan sudah
tidak diketemukan lagi mayatnya dalam kubur pada pagi hari Ahad sebelum matahari terbit (lihat uraian dalam tabel). Dengan
demikian jelaslah, Yesus tinggal di dalam kuburannya bukan tiga hari tiga malam (seperti yang dikatakan para penginjil), tetapi
hanya sehari dua malam!
Dari pengamatan terhadap keterangan kitab suci kaum Masehi itu kita melihat untuk kedua kalinya Yesus telah gagal
"membuktikan janjinya". Pertama, ketika Yesus berbeda dengan Yunus. Yunus berada dalam perut ikan selama tiga hari tiga
malam dalam keadaan hidup. Tapi Yesus sebaliknya. la mati kemudian bangkit dari tengah-tengah orang mati itu.
Kedua, ketika terungkap bahwa tiga hari tiga malam yang dinyatakan dengan tegas oleh semua Injil itu setelah diselidiki ternyata
hanya sehari dua malam. Maria Magdalena pergi ke kuburannya menjelang fajar menyingsing pagi hari ahad, tetapi Yesus sudah
tidak ada lagi di kuburannya.
Keluarga Armstrong telah mengeksploitasi seluruh dunia Masehi. Tampaknya keluarga itu telah mempelajari ilmu hitung dengan
baik.
Dalam majalah "Plain Truth", Mr. Robert Fahey menguraikan ceramahnya sewaktu di hotel Holiday inn di Durban. Dalam
ceramahnya itu Mr. Robert Fahey berusaha meyakinkan para pendengarnya yang kristen, bahwa Yesus disalib pada hari Rabu
bukan hari jumat, seperti yang diduga kaum Masehi Orthodoks selama dua ribu tahun yang lalu.
Berdasarkan pengamatan dan anggapannya itu, ia mengemukakan bahwa kalau seseorang menghitung mundur dari pagi hari
Ahad, maka akan ditemukan tiga hari tiga malam. Karena itu, penyaliban harus ditetapkan hari Rabu bukan Jumat.
Saya mengucapkan selamat kepada Mr. Robert Fahey atas kemahirannya. Lantas saya bertanya kepadanya, "Bagaimana dengan
upacara "Good Friday" yang telah dirayakan kaum Masehi sejak dua ribu tahun yang lampau, apakah akan ditukar dengan "Good
Wednesday"? Tapi bagaimana mungkin. Dewasa ini hampir di seluruh dunia kaum Masehi yang berjumlah lebih dari 2,2 milyar
tidak mengetahui waktu yang sebenarnya Yesus disalib. Ini berarti gereja kaum Katolik yang mengaku memiliki rangkaian tidak
terputus dalam kepausan sejak Petrus sampai hari ini berdasarkan pengakuan atau penemuan Mr. Fahey semuanya telah tersesat.
13
F. Siapa Yang Menyesatkan Kaum Maselii?
Timbul lagi pertanyaan: "Siapa yang telah menyesatkan kaum Masehi selama dua ribu tahun yang lalu, Allah atau Setan?
Mr. Robert Fahey menjawab dengan tegas: "Setan!"
Lantas saya berkata lagi kepada Mr. Fahey, "Begitu mudahnya setan mengaburkan hal-hal yang prinsip dalam akidah mereka.
Perayaan yang sudah beribu tahun mereka namakan "Good Friday" dengan segera dapat diganti dengan "Good Wednesday.
Kalau begitu, sudah sejauh mana upaya penyesatan terhadap kaum Masehi di sekitar hakikat keesaan Allah, baik ketuhananNya
maupun kekuasaanNya, yang tampaknya jauh lebih mudah dilakukan?
Mendengar pertanyaan saya ini, Mr. Robert Fahey tidak memberi komentar apa-apa. Ia malah berlalu dan pergi.
Kalau demikian rupa keimanan guru akidah Masehi dunia dewasa ini, apakah tidak pada tempatnya bila kita mengajukan
pertanyaan lagi:
"Apakah ini bukan suatu tipu daya. terbesar dalam sejarah?"<>
BAGIAN KEEMPAT : Dialgo antara Ahmad Deedat dan Pendeta Rev. Roberts
(DIREKTUR LEMBAGA AL-KlTAB AFRIKA SELATAN)
Dalam pelajaran nomor dua yang saya berikan ("Who Moved the Stone?") dulu, saya berjanji akan membahas perbedaan ukuran
yang dipakai oleh penganut agama Masehi. Dalam bagian ini kami akan manafsirkan permasalahan yang sedang kita hadapi
sekarang, yakni mengenai "Kebangkitan atau Kebangunan".
Saya tengah merencanakan untuk melakukan perjalanan ke Transvaa di Afrika Selatan dalam rangka mengadakan dakwah
keliling. Sebelum itu lebih dahulu saya menelpon rekan saya yang bernamz Hafidh Yusuf Dadu dari Standerton untuk
mengabarkan rencana perjalanan keliling yang akan segera saya lakukan itu.
Rekan saya mengatakan bahwa ia sedang mempelajari bahasa Ibrani. Ia berharap supaya saya berusaha memperoleh kitab suci
dalam bahasa Ibrani yang disertai tafsir bahasa Inggris.
Saya pergi ke toko buku Lembaga A1 kitab di Durban. Saya berhasil mendapatkan buku itu tanpa menemui kesulitan. Saya
menemukan kitab suci yang "authorized version" yang juga dikenal dengan "King James Version".
Ketika saya sedang mencari kitab yang baik dan yang harganya relatif murah itu, saya melihat seorang ibu yang duduk di
belakang meja sedang menelpon seseorang. Tiba-tiba ia bertanya kepada saya, "Maaf Tuan, apakah tuan Ahmed Deedat?" Saya
menjawab singkat, "Ya."
Kemudian ia berkata lagi, "Direktur Lembaga Al kitab ingin berbincang-bincang dengan tuan." Saya menjawab, "Dengan segala
senang hati." Kemudian ia meneruskan bicaranya. Saya jawab dengan gurauan sambil melepaskan senyum kepadanya, "Saya kira
anda sedang memanggil polisi, karena saya telah melihat-lihat kitab suci lama dan banyak sekali." Ia berkata, "Tidak, pendeta
Rev. Roberts, direktur Lembaga Alkitab ini ingin bercakap-cakap dengan tuan."
Tak lama kemudian, pendeta Roberts datang menghampiri saya dan memperkenalkan dirinya kepada saya. Kemudian ia meminta
kitab suci yang ada di tangan saya. Lalu saya berikan kitab itu. Dia kemudian membuka dan membacakan ayat itu untuk saya.
Bacanya:
"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus
yang telah Engkau utus." (Yohanes 17:3)
Sesudah saya mendengarkan bacaannya dari kitab sucinya itu, saya menjawab, "Saya menerima!" Maksudnya ialah menerima isi
risalah yang ingin disampaikan kepada saya. Pada waktu itu saya tidak mengatakan kepadanya bahwa apa yang disaimpaikan
kepada saya sama dengan apa yang dibawa A1-Qur'anul Karim kepada umat manusia sejak empat belas abad yang lalu tentang
kewajiban semua orang untuk beriman "dengan Allah yang Maha Esa lagi Maha Kuat, dan bahwa Isa Alaihissalam (Yesus
Almasih) tak lain hanya seorang rasul dari Allah. Kalimat Al-Qur'an itu berbunyi sebagai berikut:
…Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam Itu yaitu utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimatNya yang
14
disampaikanNya kepada Maryam dan (dengan tiupan) roh daripada-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-
rasulNya dan Janganlah kamu mengatakan: (Tuhan Itu) tiga." (An Nisaa: 171)
Sudah tentu pendeta Roberts senang sekali mendengar jawaban saya. Kemudian ia cepat-cepat membuka kitab sucinya dan
mencari ayat lain. Ia mulai membaca kalimat-kalimat yang dikatakan dari Yesus. Bacanya:
"Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu
demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu yaitu murid-muridKu."
(Yohanes 13: 34-35)
Setelah selesai membaca teks itu, saya menyambutnya dengan berkomentar: "Baik sekali!" Rupanya jawaban dan komentar saya
itu makin membuatnya lebih berani. Untuk mendapatkan seorang penginjil baru ia membacakan ayat lagi:
"Jangari kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi,
kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (matius 7:i-2)
Sebagai komentar atas paragraf itu saya menjawab, "Saya setuju!"
Sebab utama persetujuan dan penerimaan saya terhadap yang dibacakan pendeta itu kepada saya, bukan untuk mendapatkan
diskon khusus. Namun karena kutipan-kutipan yang dibacakannya itu pada umumnya memiliki kesamaan dengan risalah dan
pikiran yang Allah berikan kepada kita untuk dikumandangkan, diajarkan dan diamalkan. Kalau saya memisahkan segi-segi
kebenaran antara kaum Muslimin dan kaum Masehi maka itu
berarti saya akan menjadi seorang pendengki yang tidak punya toleransi.
Misalnya, saya mengatakan tentang sesuatu risalah tertentu dalam kitab kita (Al-Qur'anul Karim) itu sangat baik, tapi
mengatakan buruk sekali pada risalah yang sama yang ada dalam kitabnya. Itu menand

