gereja masehi 9
PEDOMAN KEPENDETAAN
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Bagian Pertama
Sang Pendeta
Pasal 1. Panggilan
Satu Panggilan Pribadi dari Kristus
Satu Hubungan Pribadi dengan Kristus
Satu penyerahan Kekuasaan oleh Kristus
Pasal 2. Pembentukan Rohani
Keunggulan Kerohanian
Pelbagai Rintangan Kerohanian
Cara Kebaktian yang Menunjang Kerohanian
Pasal 3 Hubungan antar Pribadi
Pengaruh Kuat Atas Penginjilan
Mengasihi Orang
Persahabatan Intim
Hubungan warga
Pasal 4. Mengatur Waktu
Kekejaman Waktu
Menghemat Waktu
Pasal 5. Kesehatan Pribadi
Kesehatan Tubuh
Kesehatan Jiwa
Pasal 6. Penampilan Pribadi
Penampilan Penting
Penampilan Harus Menarik Orang kepada Kristus
Penampilan Seharusnya tidak Menarik Perhatian
Pasal 7. Keuangan Pribadi
Pasal 8. Kehidupan Keluarga
Penginjilan Dimulai di Rumah Tangga
Resep untuk Keluarga Pendeta Bahagia
Keuntungan Keluarga Pendeta
Pasal 9. Etika Kependetaan
Kode Etika
Etika dan Rekan Pendeta
Etika dan Penempatan Kerja
Etika dan Ras
Etika dan Seks
Etika dan Hukum
Pasal 10. Pertumbuhan Profesi
Mengapa Bertumbuh?
Ke arah Mana Bertumbuh?
Bagaimana Cara Bertumbuh?
Pasal 11. Contoh Kekristenan
Jadilah Seperti yang Anda Ajarkan
Waspadai Kemanusiaanmu
Rela Mengakui Kesalahanmu
Bagian Kedua
Pendeta dan Gereja Sedunia
Pasal 12. Hubungannya dengan Konferens
Diperlukan Organisasi
Pendeta Membantu Konferens
Konferens Membantu Pendeta
Kuncinya ialah Kerjasama
Pasal 13. Kebijakan Gereja
Peraturan Gereja
Pemindahan Keanggotaan
Pasal 14. Surat Mandat
Maksud dan Tujuan
Kepada Siapa Mandat Diberikan?
Jenis Mandat
Pendeta Muda
Pasal 15. Pengurapan
Pengurapan yaitu Satu Pernyataan
Hak Pengurapan
Pemeriksaan Sebelum Pengurapan
Pasal 16. ritual Pengurapan
Para Pendeta
Ketua Jemaat dan Diaken
ritual Pelantikan
Pasal 17. Mengorganisasi Jemaat Baru
Diperlukan Jemaat Baru
Bagaimana Caranya Memulai Jemaat Baru
Tatacara Pengorganisasian Jemaat Baru
Pasal 18. Menyatukan Dua Jemaat atau Lebih
Sebelum Penyatuan
Tatacara Penyatuan
Pasca Penyatuan
Pasal 19. Membubarkan Gereja
Pembubaran sebab Kehabisan Anggota
Pembubaran sebab Disiplin atau kemurtadan
Bagian Ketiga
Pendeta dengan Jemaat Setempat
Pasal 20. Kepemimpinan Jemaat
Kepemimpinan Kontra Kekuasaan
Prinsip Manajemen
Menetapkan Tujuan
Komite
Pasal 21. Anggota Jemaat Sebagai Pendeta
Setiap Anggota Jemaat yaitu Seorang Pendeta
Mendorong Sukarelawan dan Sukarelawati
Memilih Pemimpin Anggota Awam
Melatih Anggota Jemaat
Pasal 22. Menggembalakan Distrik Luas
Tiga Rahasia Kemajuan
Kumpulan Distrik Setiap Triwulan
Pasal 23. Pertumbuhan jemaat
Mencari Anggota Baru
Mempersiapkan Anggota Baru
Menetapkan Anggota Baru
Pasal 24. Acara Kebaktian
Tujuan Kebaktian
Bagian Kebaktian
Susunan Acara Kebaktian
Pasal 25. Kumpulan Permintaan Doa
Pentingnya Doa
Cara Meningkatkan Kehadiran
Pasal 26. Perlawatan
Perlawatan Pendeta
Perlawatan Anggota Awam
Perlawatan ke Rumah Sakit
Pasal 27. Penyuluhan
Pembatasan Penyuluhan
Penyuluhan Masa Krisis
Penyuluhan Anggota Awam
Pasal 28. Persekutuan Jemaat
Kesatuan
Bergaul dengan Anggota
Kelompok Kecil
Acara Sosial
Pilihan Persekutuan Tambahan
Disiplin
Pasal 29. Keuangan Jemaat
Pemberian Rohaniah
Mengatur Keuangan Jemaat
Pasal 30. Promosi Jemaat
Pasal 31. Fasilitas Jemaat
Lokasi
Pola
Pemeliharaan
Penyewaan
Pasal 32. Pendidikan Kristen
Pentingnya Pendidikan Kristen
Saran Praktis
Bagian Keempat
Pendeta dan Pelayanan Khusus
Pasal 33. Baptisan
Pentingnya Baptisan
Sebelum Baptisan
Selama Baptisan
Setelah Baptisan
Pasal 34. Pemberkatan Anak-anak
Pantas Menurut Alkitab
Merencanakan ritual
Memimpin ritual
Janji Orang Tua
Saran Tambahan
Pasal 35. Penahbisan Gereja
Susunan ritual
Janji Penahbisan
Sajak Penahbisan
Akhir Pekan Penahbisan
Buku ritual Penahbisan
Pengguntingan Pita
Pasal 36. Perjamuan Kudus
Mengapa itu Penting?
Masalah
Khotbah
Membasuh Kaki
Perjamuan
Saran Tambahan
Resep
Pasal 37. ritual Penguburan
Sebelum ritual
Model ritual Penguburan
Model ritual di Pekuburan
Saran Tambahan
ritual Penghiburan
Pasal 38. Pencangkulan Tanah Pertama
Merencanakan ritual
Susunan Acara
Meletakkan Batu Pertama
Pasal 39. Penahbisan Rumah Tinggal
Maksud
Siapa yang Memimpin
Susunan ritual
Pasal 40. Perpindahan Gembala Jemaat
Kesulitan Perpindahan
Melancarkan Perpindahan
ritual Penempatan Pendeta
Pasal 41. Doa untuk Orang Sakit
Kapan Disarankan ritual Peminyakan?
Siapa yang Melaksanakannya?
Persiapan ritual
Susunan ritual
Pasal 42. Pernikahan
Persyaratan Hukum
Garis Penuntun Organisasi
Konseling Pranikah
Merencanakan Pernikahan
Susunan ritual
Penyerahan Pengantin Wanita
Khotbah Singkat
Resepsi
Saran tambahan
Pedoman Kependetaan Advent telah diperbaiki terakhir kali pada tahun 1977. Pedoman dasar telah ditulis
bertahun-tahun sebelumnya. Perubahan dramatis demikian dalam pelayanan terjadi sejak waktu itu sehingga
dirasakan kebutuhan akan pedoman baru daripada hanya merevisinya. Kita sangat menghargai bantuan semua
mereka yang telah memberikan bantuan kepada salah satu empat fase penyediaan buku pedoman ini.
Riset. — Sekretaris Asosiasi Kependetaan Divisi dari seluruh dunia telah memilih para pendeta yang
kreatif dari ladang masing-masing. Mereka telah mengirimkan buah-buah pikiran yang harus dimasukkan ke
dalam buku pedoman yang baru. Majalah Ministry telah diselidiki. Banyak buah pikiran yang digali dari arsip
catatan Pendeta Floyd Bresee selama pelayanan 40 tahun lebih. Tentu saja dipelajari buku pedoman lama
bersama buku pedoman jemaat dan dengan General Conference Working Policy.
Penulisan. — Floyd Bresee telah menulis naskah aslinya dengan bantuan para sekretaris lainnya seperti
Gwen Brown, Kathy Reid dan Debra Hill, dan John M. Fowler sebagai penyunting utama.
Pembacaan.. — Naskah itu dikirim ke komite seluruh dunia yang terdiri dari 100 orang pendeta, sekretaris
asosiasi kependetaan dan para pimpinan lainnya untuk mendapatkan saran perubahan yang kemudian
dimasukkan ke dalam buku pedoman. Akhirnya staf asosiasi kependetaan General Conference memberikan
persetujuan. Mereka yaitu : W. Floyd Bresee, Carlos Aeschlimann, Ellen Bresee, Rex D. Edwards, John M.
Fowler, J. David Newman, Sally Sreib, Martin Weber, dan Jim Zachary.
Setiap anggota jemaat dipanggil untuk melayani, tetapi bagi sebagian orang, ada satu panggilan untuk
pelayanan penuh selaku tugas. Untuk merekalah buku pedoman ini disediakan.
Trilogi Buku Pedoman
Setiap pendeta Advent memerlukan paling sedikit tiga buku pedoman:
1. Buku Peraturan Jemaat memberikan garis penuntun bagi tugas gerejani.
2. Buku Pedoman Kependetaan memberikan garis penuntun untuk tugas pendeta.
3. Buku Pedoman Ketua Jemaat menolong pendeta untuk melatih ketua jemaat selaku wakil dalam
menjalankan tugas gerejani dan tugas kependetaan.
Janganlah seorang pendeta menganggap sanggup berfungsi tanpa ketiga buku ini. Asosiasi Kependetaan
percaya begitu kuat akan hal ini sehingga ketiga buku tersebut telah dijilid sama bentuk sebagai satu set yang
serasi.
Para Sekretaris Asosiasi Kependetaan Divisi telah memutuskan untuk tidak mengulangi bentuk lembaran
lepas seperti Buku Pedoman Kependetaan sebelumnya. Bentuk lembaran lepas lebih mahal, dan sebagian
pendeta mengeluh bahwa lembaran-lembaran itu hilang.
Pendeta yang ingin memakai lembaran lepas untuk acara tertentu boleh memfotokopinya.
sebab Buku Pedoman Kependetaan Advent ini menganggap bahwa sang pendeta sudah memiliki Buku
Peraturan Jemaat, maka kutipan dari buku tersebut lebih singkat dari yang ada dalam buku pedoman
sebelumnya. Namun, sebab itulah sumber yang paling berwenang, Buku Peraturan Jemaat sering dikutip
dalam beberapa bagian buku pedoman ini.
Catatan akan dibuat hanya dengan nomor bab, sebab halaman bisa berubah bersama edisi tahunan dan
dengan pelbagai edisi bahasa.
Pendeta Tambahan
Banyak dari Buku Pedoman Kependetaan ini berlaku untuk semua pendeta. Namun yang diutamakan ialah
pelayanan penggembalaan, dengan pengharapan bahwa pendeta khusus juga dapat memanfaatkannya.
Di beberapa bagian dunia ini, organisasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mempekerjakan wanita
sebagai pelayan penggembalaan. Namun kadang-kadang pendeta wanita merasa dilupakan dan diabaikan
sehingga dipertanyakan apakah mereka itu disambut atau tidak. Dalam usaha menunjukkan bahwa mereka
diingat dan penting untuk pelayanan gereja sedunia, maka buku pedoman kependetaan ini hingga kini tidak
menyebutkan jenis kelamin di mana saja. Kami mengharapkan agak sikap ini mengingatkan bahwa mereka
penting; dan mereka juga dilibatkan.
Kesatuan tanpa Keseragaman
Pendeta-pendeta Advent diangkat, dilatih dan dilayani dalam ratusan ras, budaya dan bahasa yang berbeda
di seluruh dunia. Gereja harus menunjukkan rasa hormat terhadap budaya setempat. Dengan demikian,
pedoman ini harus disesuaikan kepada kondisi setempat. Namun harus ada koordinasi rencana dan program
penggembalaan untuk menciptakan pelayanan terpadu ladang seluruh dunia.
Untuk membantu pengembangan kesatuan seperti itulah buku pedoman kependetaan ini disediakan, yang
sekarang dipersembahkan dalam bentuk yang sudah direvisi. Walaupun tidak dibuat susunan aturan tertentu
untuk ritual gereja, yaitu keinginan kita untuk mempertahankan keseragaman dan bentuk ritual
kebaktian secara umum. “Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.” (1 Kor. 14:40).
Gereja di dunia berbeda adat istiadatnya, dengan demikian maksud buku pedoman kependetaan ini tidak
memberikan model yang kaku, tetapi menyediakan satu contoh umum untuk setiap wilayah. Ada pilihan
tambahan yang disarankan agar pendeta menyesuaikan dengan situasi setempat. Di mana budaya
memaksakan, perlu divisi membuat penyesuaian tambahan dalam bentuk catatan atau lampiran.
Sebagian sajak tak dapat diterjemahkan dengan baik ke alam bahasa asing. Dalam hal ini, Divisi bebas
mengganti atau menghapusnya.
Dalam menyediakan buku pedoman kependetaan sedunia, ada satu kesulitan kecil, apakah mengutip versi
Alkitab sezaman atau yang lebih tua yang lebih konservatif. Kami bersama-sama setuju memakai The
New King James Version (TB dalam Bahasa Indonesia). Semua kutipan Alkitab diambil dari TB kecuali
diberi tanda yang lain.
Akhirnya, penekanan di sini atau buku pedoman lainnya cenderung menyangkut teknik. Kami
menekankan bahwa kebutuhan kita yang terbesar selaku pendeta bukanlah teknik baru, tetapi hubungan
dengan Tuhan kita yang dibarui, yang menuntun kepada kebangunan rohani dalam hati kita sendiri. Buku
pedoman kependetaan ini disajikan dengan doa yang akan menguatkan kita secara rohani sebagaimana itu
menolong kita dalam tugas dan jabatan.
W. Floyd Bresee,
Sekretaris Asosiasi Kependetaan
Pimpinan Pusat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
1 September 1992
BAGIAN PERTAMA
Pendeta
1. Panggilan
2. Pembentukan Rohani
3. Hubungan Antar Pribadi
4. Mengatur Waktu
5. Kesehatan Pribadi
6. Penampilan Pribadi
7. Keuangan Pribadi
8. Kehidupan Keluarga
9. Etika Kependetaan
10. Pertumbuhan Profesi
11. Teladan Kekristenan
Pasal 1
Pendeta
Sebuah panggilan untuk memasuki pelayanan penginjilan yaitu satu panggilan pribadi yang unik.
Seharusnya itu datang hanya dari Kristus. Itu mencakup tiga persyaratan rohani yang jelas.
Satu Panggilan Pribadi dari Kristus
Satu hak istimewa pelayanan penginjilan. — Mengkhotbahkan Injil Kristus Yesus yaitu satu hak tertinggi
dan petualangan yang paling mengagumkan yang pernah dipercayakan kepada manusia. “Pekerjaan yang
paling besar, usaha yang paling mulia, di mana manusia dapat ikut serta ialah mengarahkan orang-orang
berdosa kepada Anak Domba Allah. Para pendeta sejati yaitu mitra Tuhan dalam pelaksanaan maksud-
maksud-Nya” (Gospel Workers, hlm. 18).
Henry Ward Beecher menjelaskannya demikian: “Bekerja bagi manusia! Tidak ada pekerjaan yang begitu
menyenangkan. Hanya itulah bisnis di bumi yang saya kenal, kecuali bisnis seorang ibu yang bersih
sepanjang jalan; sebab itu memakai kecakapan yang paling unggul, pengetahuan yang paling tinggi,
bukan memanfaatkan manusia, tetapi menuntun mereka dan membersihkannya, menciptakan, membentuknya,
menghidupkannya, agar Anda dapat memperkenalkannya di hadapan Allah”
Pelayanan Injil satu penunjukan Ilahi. — Allah memiliki sebuah jemaat yang menerima tugas
pelayanan Injil yang ditetapkan Ilahi (Testimonies to Ministers, hlm. 52). Anda boleh memilih satu profesi,
tetapi pelayanan Injil tidak dapat diserbu dengan cara itu, sebab penginjilan melebihi satu profesi; itu yaitu
satu panggilan. “Dan tidak seorang pun yang mengambil kehormatan bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil
untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun” (Ibrani 5:4).
Pendeta sejati yang berasal dari Allah bukanlah memanggil dirinya sendiri. Sebagaimana Rasul Paulus,
inisiatifnya bukan dari pribadi, tetapi dari Tuhan. Paulus tidak memilihnya, melainkan Allahlah yang
melakukannya. Pilihan Paulus ialah apakah menanggapi pilihan Allah atau tidak. Beginilah kesaksiannya: “ . .
. Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku” (1 Tim. 1:12). (Baca juga Yesaya 6
dan Yeremia 1).
Panggilan untuk pelayanan penginjilan yaitu satu panggilan bukan untuk pekerja sosial, atau untuk pemain
sandiwara umum, tetapi panggilan untuk seorang duta bagi Kristus. Satu panggilan untuk apa saja yang lebih
rendah bukanlah satu panggilan untuk penginjilan. Panggilan ini memerlukan waktu sepenuhnya dan
pengabdian yang menghabiskan nyawa.
Anda meragukan panggilanmu kecuali engkau merasa bahwa dalam pekerjaan apa saja yang lain, sekalipun
gaji besar, jabatan itu nampaknya terlalu rendah. Sebagaimana nasihat Martin Luther, “Kecuali engkau
terpanggil, hindari berkhotbah sebagaimana menghindari neraka.” Kristus memiliki satu pekerjaan bagimu,
sebuah rencana seumur hidupmu. Sekiranya engkau berada di tempat yang salah, Anda bukan saja melakukan
kurang baik, tetapi lowongan yang benar itu kosong.
Hubungan Pribadi dengan Kristus
“Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya” (Mrk. 3:13).
Kristus memanggil— mereka datang. Para rasul yang mula-mula berhasil mengundang orang lain
menghampiri Kristus, sebab mereka sendiri sudah datang. Anda tidak dapat membawa orang lain sampai
Anda sendiri sudah terbawa. yaitu satu tugas yang membingungkan untuk memberikan orang lain apa
yang Anda sendiri tidak miliki dan itu yaitu sesuatu yang mustahil.
Setelah datang murid-murid itu, mereka memakai waktu tiga tahun berikutnya setiap hari bergaul
rapat dengan Kristus. Hanya sesudah itulah mereka bersedia melayani dengan sukses.
Saul melihat Kristus dalam khayal di jalan ke Damsyik sehingga dia bertanya, “Tuhan, apakah yang
Engkau kehendaki untuk kulakukan?” (Kisah 9:6). Dia bersedia melayani hanya setelah melihat Kristus
dalam khayal. Para pendeta muda kadang-kadang mendapat khayal tentang diri mereka sendiri sebagai
orang hebat yang sudah disucikan, sebagai pengkhotbah yang berkuasa, dan sebagai pemimpin yang
disenangi jemaat. Jauhilah tugas pelayanan kecuali Anda sudah mendapat khayal tentang Kristus.
Kuasamu dalam menarik hati manusia yaitu sebanding dengan persekutuanmu dengan Dia.
Melayani sebagaimana Dia melayani. — Satu persekutuan erat dengan Kristus akan mendorong kita
untuk menghidupkan kehidupan-Nya. Menghidupkan kehidupan-Nya itu berarti kita hidup melayani
sebagaimana Dia telah melayani. Yesus hidup untuk memberkati orang lain. Dia hidup untuk mengasihi.
Terlalu banyak memilih penginjilan sebab mereka mau hidup untuk dikasihi.
Kita semua dilahirkan bersifat mementingkan diri sendiri, dan mungkin juga memasuki penginjilan
dengan maksud mementingkan diri sendiri, tetapi secara praktis tidak mungkin dapat bertahan di
dalamnya. Penginjilan yang sukses mengikuti semboyan Yohanes Pembaptis: “Ia harus makin besar,
tetapi aku harus makin kecil” (Yoh. 3:30). Bila berkurang sifat mementingkan diri sendiri, hubungan kita
dengan Kristus semakin bertambah.
“Mereka yang memiliki pengalaman mendalam dalam perkara-perkara Allah dipindahkan sejauh-
jauhnya dari kesombongan dan dari sifat meninggikan diri sendiri. sebab mereka memiliki satu konsep
agung tentang kemuliaan Allah, mereka merasa bahwa tempat yang paling rendah dalam pekerjaan-Nya
sudah terlalu berharga bagi mereka” (Gospel Workers, hlm. 142).
Menggemari pelayanan ialah menggemari penginjilan. Seorang pendeta yang telah melayani selama
hidup menyatakannya demikian: “Bisnis menolong orang lain supaya menjadi orang yang lebih baik
dengan membawa mereka lebih dekat kepada Allah itulah satu pekerjaan di dunia ini yang paling
menggairahkan, yang paling membangkitkan semangat, yang paling menarik dan yang paling
menguntungkan, sehingga kalau menghentikannya seperti maut mati rasanya atau lebih buruk lagi.”
Namun demikian, janganlah para pendeta merasa bagaimanapun juga pelayanan penginjilan membuat
mereka lebih penting daripada yang lain sehingga itulah satu-satunya lapangan kerja ke mana orang
“dipanggil.” Pekerjaan yang paling penting bagi seseorang ialah pekerjaan apa saja yang Allah minta
supaya orang itu lakukan. Pekerjaan yang paling agung di dunia ini ialah pekerjaan melayani, dan Allah
memanggil semua — setiap anggota dari setiap jemaat — untuk melayani pekerjaan penginjilan.
Berkorban sebagaimana Ia berkorban. — Menghidupkan kehidupan Kristus berarti berkorban
sebagaimana Ia telah berkorban. Siapa pun yang dekat dengan Yesus akan menjadi dekat dengan api.
Banyaklah tuntutan pelayanan penginjilan. Bebannya berat, seringkali lebih berat dari yang dapat dipikul
satu orang. Hidup pelayanan Injil yaitu satu kehidupan yang padat dengan kerja keras dan pengorbanan.
Alkitab menasihatkan, “sebab itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, sebab kamulah yang
ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan
darah Anak-Nya sendiri” (Kisah 20:28). Bila domba-domba menyeberang jalan raya, gembala tidak
duduk di bawah naungan pohon lalu berseru, “Awas, domba, sebuah truk mau lewat.” Mereka meloncat
ke tengah jalan dan melambaikan tangan. Mereka mengangkat tangan mengorbankan diri. Merekalah
yang seharusnya melintas duluan. Kemudian para pendeta disebut gembala, atau penggembala domba.
Pemberian Kuasa Pribadi oleh Kristus
Pendeta-pendeta memerlukan banyak karunia seperti kesungguh-sungguhan moril, kepemimpinan,
kecakapan, pikiran sehat, keterampilan hubungan dan kesanggupan mengajar. Jika Anda tidak memiliki
semuanya ini, barangkali Anda harus meragukan apakah panggilanmu itu datangnya dari Kristus akan
diberi kuasa oleh Kristus. Paulus mengumumkan begini: “Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan
aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, sebab Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini
kepadaku” (1 Tim. 1:12).
Kristus menyanggupkan setiap orang yang dipanggil-Nya. Dia tidak memanggil supaya gagal. Dia telah
atau akan menyediakan segala sesuatu yang Anda perlukan supaya sukses dalam apa saja yang Ia suruh
engkau lakukan.
“Mereka yang mengabdikan tubuh, jiwa dan roh kepada Allah akan selalu menerima sokongan kuasa
tubuh, pikiran dan rohaniah. Persediaan surgawi yang tak habis-habisnya mengalir atas perintah mereka.
Kristus menganugerahkan kepada mereka napas Roh-Nya sendiri dan hidup dari kehidupan-Nya sendiri.
Roh Kudus menaruh kekuatan-Nya yang terbesar ke dalam hati dan pikiran. Kemurahan Allah
memperbesar dan melipatgandakan kemampuan mereka, dan setiap kesempurnaan sifat Ilahi menolong
mereka dalam usaha menyelamatkan jiwa. Melalui kerjasama dengan Kristus, mereka disempurnakan
dalam Dia, dan di dalam kelemahan manusiawinya, mereka disanggupkan melakukan perbuatan Yang
Mahakuasa” (Gospel Workers, hlm. 112, 113).
Pasal 2
Pembentukan Rohani
Satu panggilan kepada pelayanan Injil yaitu pertama-tama satu panggilan kepada kerohanian. Ini yaitu
satu hak istimewa lebih besar dari satu tanggung jawab yang berat.
Kerohanian bersifat pribadi. Seharusnya itu memiliki satu dimensi pribadi sebelum memiliki satu
pengaruh umum. Itu yaitu satu tanggapan terhadap inisiatif Allah, bukan sesuatu yang kita prakarsai
sendiri. Itu menuntun kita untuk memusatkan diri di dalam Dia. Kristus menjadi kegemaran hidup kita.
Keunggulan Kerohanian
Di dinding ruangan doa sebuah seminari terdapatlah kata-kata ini yang ditujukan kepada para calon
pengkhotbah: “Satu hal yang Anda harus belajar untuk melakukannya. Apa saja yang Anda tinggalkan
tidak terlaksana, engkau harus tidak meninggalkannya tidak terlaksana. Pekerjaanmu akan terhalang dan
hanya setengah dikembangkan kalau Anda tidak melaksanakannya. Anda harus memaksa diri sendirian
dan berdoa.”
Mengapa penting kerohanian itu bagi para pendeta?
Penting bagi kepemimpinan pendeta. — Salah satu ayat yang paling menyedihkan dalam Alkitab ialah:
“Aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun, kebun anggurku sendiri tak kujaga” (Kidung Agung 1:6).
Jika jemaatmu akan dibangunkan kembali, Anda harus dibangunkan dulu. Kecuali sesuatu terjadi dalam
dirimu, tidak banyak bisa terjadi melalui dirimu. Tak mungkin dimulai kebangunan rohani dalam
jemaatmu sampai itu sudah mulai dalam dirimu. Selaku pendeta, berserulah demikian. “Bersihkanlah aku
dari pada dosaku dengan hisop, maka aku akan menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih
dari salju! (Mazmur 51:9).
Tanpa dimensi kerohanian, pelaksanaan pelayanan penginjilan akan merosot dalam teknik psikologis,
metode organisasi dan dalam mendorong supaya bergembira. Kuasa sejati dalam pelayanan Injil
memancar dari kerohanian yang timbul sebab pertemuan pribadi dengan Kristus. Sementara Anda
membuka selubung keindahan seorang Juruselamat yang telah mencakup kebutuhanmu dan menghadapi
tantangan satu warga yang sedang mengamuk menggemparkan sebab penyelesaian sendiri, maka
bertumbuhlah kredibilitas kepemimpinan kependetaanmu.
Penting bagi Pendeta untuk menarik jiwa dengan sukses. — Kecuali Anda menyisihkan waktu setiap
hari belajar Alkitab dan berdoa, pekerjaanmu akan menjadi tak berdaya. “Sebabnya mengapa para
pendeta melakukan begitu sedikit ialah sebab mereka tidak berjalan bersama Allah. Bagi kebanyakan
mereka, Allah berada dalam perjalanan sehari (jalan kaki)” (Testimonies, jld. 1, hlm. 434).
Dengan mengenal Yesus dan meninggikan Dia di hadapan anggota jemaatmu itulah rahasia utama
penarikan jiwa yang sukses. Dia menjanjikan, “Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan
menarik semua orang datang kepada-Ku” (Yoh. 12:32).
Penting untuk khotbah pendeta. — Terlalu banyak khotbah sekarang ini dapat dilakukan dengan lebih
baik oleh seorang ahli ilmu jiwa daripada oleh seorang pendeta penginjilan. Khotbah seperti itu biasanya
tidak lewat dari pintu gereja, atau lebih cepat sesudah khotbah itu selesai. Jika khotbah penginjilan itu
memakai satu kuasa besar atas anggota jemaatmu, apakah mendapatkan pengkhotbah ulung atau
membantu pengkhotbah biasa dengan kuasa rohani yang luar biasa.
Penyediaan khotbah itu sendiri memerlukan waktu belajar Alkitab dan berdoa. Janganlah memberi makan
orang lain dengan apa yang Anda sendiri belum memakannya. Tetapi ini belumlah cukup. Sebagian
waktu kebaktian harus dikhususkan untuk mengenal Yesus bagi dirimu sendiri, bukan saja membagikan
Dia kepada anggota jemaatmu.
Penting untuk semangat pendeta. — Pemeliharaan penggembalaan, dalam arti sepenuhnya pelayanan
penginjilan seseorang, ialah memproklamasikan firman yang ditujukan kepada situasi umat manusia.
Tetapi Anda selaku pendeta harus lebih dulu menerima pemeliharaan penggembalaan itu. Anda juga
harus mendengar firman Allah yang ditujukan kepada situasi pribadimu.
Siapakah yang menggembalakan gembala? Kadang-kadang sekretaris kependetaan, seorang rekan,
seorang ketua jemaat, atau pasanganmu sendiri. Tetapi kadang-kadang apa yang Anda perlukan paling
banyak ialah mendengar Allah dan berbicara dengan-Nya; dan biarkanlah Dia menggembalakan gembala
itu.
Rintangan Rohani.
Di bawah ini ada lima rintangan pertumbuhan rohani pendeta.
1. Kurang percaya. — Tidak mungkin ada orang yang telah memasuki penginjilan tanpa memiliki satu
pengalaman kerohanian yang kuat, kadang-kadang. Tetapi Anda telah terperangkap oleh sukses yang
diamarkan oleh Ellen White: “Sementara kegiatan meningkat, dan orang menjadi sukses melakukan apa
saja pekerjaan bagi Allah, ada bahayanya mempercayai rencana dan metode manusia. Ada kecenderungan
berdoa lebih sedikit dan memiliki iman yang lebih kecil. Sebagaimana murid-murid kita berada dalam
bahaya kehilangan pandangan tentang ketergantungan kita kepada Allah, dan berusaha membuat kegiatan
kita menjadi penyelamat. Kita perlu memandang terus-menerus kepada Yesus, sambil menyadari bahwa
kuasa-Nyalah yang melakukan pekerjaan itu. Sementara kita berusaha dengan sungguh-sungguh bagi
keselamatan orang yang hilang, kita harus juga memakai waktu untuk meditasi, untuk berdoa, dan
untuk mempelajari firman Allah. Hanya pekerjaan yang dilaksanakan dengan banyak berdoa, dan
disucikan oleh jasa Kristus, pada akhirnya akan terbukti tepat guna demi kebaikan” (The Desire of Ages,
hlm. 362).
Boleh saja Anda merasa bahwa Allah itu di luar jangkauanmu. Anda telah kehilangan kepercayaan dalam
kesanggupanmu menjadi teman karib Kristus. Anda telah lupa bahwa Allah benar-benar mau mendengar
Anda. Tetapi jika Anda cukup beruntung memiliki orang tua pengasuh, ingatkah betapa rindu mereka
selalu mau mendengar Anda? Bapamu yang di surga juga merasakan yang demikian.
Yesus telah berjanji: “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, sebab mereka akan
dipuaskan” (Matius 5:6). Tidak ada yang menghalangi Anda dari perasaan dipuaskan kecuali Anda
kurang merasa lapar atau Anda sendiri tidak merasa haus. “Apabila kamu mencari aku, kamu akan
menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati” (Yeremia 29:13).
2. Kurang waktu. — Pendeta tidak pernah memiliki cukup waktu. Nanti akan dipaparkan lebih
banyak tentang penggunaan waktu, tetapi mencari waktu yaitu persoalan kebutuhan pokok. Jika Anda
merasa penting melakukan kebaktian pribadi, Anda akan menemukan waktu. Jika tidak, Anda tidak akan
menemukannya.
Yesus menasihatkan: “Tetapi carilah dulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan
ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33). Mencari kerajaan tidaklah luar biasa. Hampir setiap orang
melakukannya–kadang-kadang. Mencarinya dulu sangat jarang, bahkan barangkali di antara para pendeta.
Sisihkanlah waktumu yang paling berharga untuk kebaktian setiap hari. Pikiran yang lelah akan
menghasilkan kebaktian yang menjemukan.
3. Kurang keleluasaan pribadi. — Kebaktian pribadi seharusnyalah satu waktu dan tempat di mana
telepon atau keluarga tidak mengganggu. Hanya jika kita sama sekali sendirian bersama Allah akan
menanggalkan semua topeng, dan kita sama sekali jujur, jauh dari ambisi dan puncak sasaran kita.
“Semua yang berada di bawah latihan Allah memerlukan saat tenang untuk berhubungan erat dengan
hatinya sendiri, dengan alam dan dengan Allah . . . . Kita harus secara pribadi mendengar Dia berbicara
ke dalam hati. Bila semua suara lain didiamkan, dan di dalam ketenangan kita menanti di hadapan-Nya,
ketenangan jiwa akan lebih membedakan suara Allah” (The Ministry of Healing, hlm. 58).
Satu hal yang ideal ialah merencanakan satu hari kesunyian setiap bulan. Sepanjang hati itu, pusatkanlah
seluruh perhatianmu kepada Allah dan hubunganmu dengan Dia.
4. Kurang perencanaan. — Jika Anda berjanji pada Allah untuk memakai waktu luangmu bersama
Dia, Setan akan berusaha supaya engkau tidak memiliki waktu sedikit pun. Tanpa satu rencana
tertentu, tak mungkin Anda memiliki banyak hidup bersifat kebaktian. Dengan jadwal pendeta yang
ketat, tentu saja rencana itu haruslah mudah disesuaikan.
Rahasia kuasa kerohanian Daniel ialah hidupnya yang penuh dengan doa. Satu rahasia hidupnya yang
berdoa itu ialah rencananya yang tertentu–tiga kali sehari (baca Daniel 6:11). Perintah kerajaan pun tak
dapat mengganggunya.
Buatlah janji bertemu dengan Allah. Bagaimanakah Anda dapat memastikan bahwa Anda sudah berjanji?
Pertama, jika Anda berjanji dengan seseorang, Anda akan mencatatnya biasanya. Apakah Anda sudah
menuliskan di suatu tempat janjimu dengan Allah? Kedua, jika Anda harus membatalkan janji dengan
seseorang, biasanya Anda mengatur kembali jadwal itu. Apakah Anda sudah atur kembali janji yang
sudah berubah itu dengan Allah?
Jadikanlah dirimu bertanggung jawab. Kelompok penunjang rohani yang bertemu sekali sepekan atau
sekali sebulan memberikan kesempatan untuk membagikan perjalanan kerohanianmu sebagaimana orang
lain membagikan pengalaman mereka kepadamu. Itu juga menyediakan satu kelompok dengan mana
engkau membagikan rencanamu demi pertumbuhan kerohanian. Buatlah dirimu bertanggung jawab
kepada kelompok dengan mengikuti rencana itu.
5. Kurang disiplin. — Pertumbuhan kerohanian memerlukan disiplin diri sendiri. Yang penting itu tidak
mudah.
Metode Kebaktian Menolong Kerohanian
Bagaimana cara penggunaan waktumu dalam kebaktian pribadi? Metode apa yang ampuh? Di bawah ini
ada beberapa dasar:
Pusat informasi persahabatan. — Hidup bersifat kebaktian itu bukanlah akhir segalanya. Pusatnya
bukanlah pada jumlah waktu yang digunakan, atau jumlah halaman buku yang dibaca, atau satu perasaan
kehangatan sinar dalam jiwa. Tetapi itu harus berpusat pada persahabatanmu dengan Allah, yaitu pesona
antara seorang pribadi dengan Seorang pribadi. Inilah pusat kehidupan Kristus yang penuh dengan
kebaktian: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang
benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Yohanes 17:3).
Kerohanian sejati bukanlah berpusat pada diri sendiri, tetapi berpusat pada Allah. Dikatakan bahwa Anda
bukan hanya diampuni, tetapi Allah yaitu pengampun; bukan saja Anda menghadapi peradilan, tetapi
Allah yaitu Hakimnya; bukan hanya Anda bisa masuk surga tetapi Sahabatmu itu akan berada di sana
pada waktu Anda tiba.
Pemusatan atas persahabatan dengan Allah haruslah sesuatu yang diinformasikan. Kehidupan yang
bersifat kebaktian seharusnya mencakup pelajaran dan perasaan. Pemusatan persahabatan yang
diberitahukan ini seharusnya tidak berakhir dengan kehidupanmu. Bukalah pikiranmu di hadapan Allah
sepanjang hari. Jadilah peka terhadap tuntunan-Nya, dengarlah kata-kata-Nya. Inilah yang dimaksudkan
dengan “tetaplah berdoa” (1 Tes. 5:17). “Berdoalah dengan tidak berkeputusan” (terjemahan lama).
Membaca. — Dengan membaca Anda mendapat informasi tentang persahabatanmu dengan Allah.
Seharusnya diutamakan membaca Alkitab. Cobalah membuat catatan harian setelah membaca Alkitabmu,
kemudian tuliskan reaksi pribadimu atas apa yang telah Anda baca. Sebaiknya bahan bacaan Anda
mencakup buku-buku Kristen klasik.
Meditasi. — Kalau ada garis pemisah antara doa dan meditasi itu mungkin tidak jelas. Doa yaitu
berbicara; meditasi yaitu mendengar. Meditasi mengundang Allah supaya memberitahukan kepadamu
tentang dirimu. Mintalah pertolongan-Nya supaya engkau dapat melihat motivasimu yang sebenarnya
dalam pelayanan penginjilan dalam kegiatan akhir-akhir ini. Bagaimanakah Dia mau memanfaatkan Anda
hari ini? Yang manakah di antara tugas hari ini yang diutamakan? Dalam hal kelemahan kerohanian
manakah Dia paling utamakan menolong Anda untuk mengalahkannya sekarang ini?
Meditasi juga memusatkan pemikiran tentang Allah. “Baik bagi kita untuk memakai satu jam setiap
hari memikirkan dan merenungkan kehidupan Kristus. Kita harus memikirkannya dan merenungkan
kehidupan Kristus. Kita harus memikirkannya pokok demi pokok, dan biarlah imajinasi kita menangkan
adegan, terutama adegan-adegan terakhir. Dengan demikian sementara kita memikirkan pengorbanan-Nya
bagi kita, keyakinan kita di dalam-Nya semakin kuat melekat, cinta kasih kita akan dirangsang, dan kita
akan semakin dalam diilhami dengan roh-Nya” (The Desire of Ages, hlm. 83).
Doa Pujian. — Doa harus dimulai dengan pujian, kita memakai terlalu banyak waktu memohon
Allah supaya melakukan banyak perkara dan terlalu sedikit menyatakan terima kasih kepada-Nya atas apa
yang telah dilakukan-Nya. Kita dapat belajar banyak dari kehidupan Yesus tentang pentingnya dan kuasa
doa. Dia berdoa pagi-pagi benar (Markus 1:35). Dia berdoa semalam-malaman (Lukas 6:12). Kadang-
kadang Dia mengundurkan diri dari pelayanan penginjilan untuk berdoa (Lukas 5:16). Kuasa penginjilan-
Nya datang dari kehidupan-Nya yang penuh doa (Lukas 3:21, 22). Doa mempersiapkan diri-Nya untuk
saat-saat kelam mencekam (Matius 26:36-46).
Doa Penyesalan. — Paulus menantang pendeta muda Timotius, Janganlah meminta apa pun dari Allah
sebelum engkau mengaku dosa-dosamu dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Doa dalam
kebaktian pribadi sebaiknya tidak seperti doa umum, di mana perlu berdoa secara umum. Pertobatan
pribadi seharusnya ketat bersifat pribadi dan tertentu memalukan.
Doa Syafaat. — Paulus menantang pendeta muda Timotius, “Pertama-tama aku menasihatkan:
Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang” (1 Timotius 2:1).
Jika ada satu pokok persoalan atau seseorang yang Anda mau doakan secara khusus, tuliskanlah itu dalam
kartu, dan bawalah kartu ini ke kebaktian pribadimu. Jika Anda seorang yang menepati janji, janjimu
mendoakan seseorang atau sesuatu setiap hari akan menyediakan daya pendorong yang Anda butuhkan
untuk tidak melalaikan kebaktian pribadimu setiap hari.
Hanya Allah dan Saya
Terkadang kututup pintu seluruh dunia
Dan sendirian pergi ke tempat paling rahasia
Di mana berada hanya Allah—
Hanya Allah dan saya! Kemudian
Kami sama-sama terlibat tindakan tajam,
Kekhilafan dan kesalahan dan kemunafikanku yang halus.
Kubebaskan diriku dari kemunafikan dan kepura-puraan,
Aku berdiri kaget sebab bersikap bermuka dua.
Kami, hanya Allah dan saya, melongok ke dalam hatiku,
Kendati diriku menyusut, kami menyelidikinya dalam-dalam;
Kendati aku gemetar, malu mendapati sesuatu,
Lagi pula, aku menderita semacam kegembiraan yang menyakitkan . . .
Dan ketika aku dapati diriku sering susah menanggungnya
Sorotan tajam mata Allah yang penuh pengertian padaku,
Kurasa diriku bertumbuh lebih kuat sebab sorotan itu.
Nampaknya ketelanjanganku ditutupi
Dengan jubah baru indah menakjubkan.
Bila kemudian aku memberanikan diri mengenakannya
Ketulusan, dihadiahkan Allah kepadaku di tempat rahasia itu.
— Pengarang tak dikenal.
Pasal 3
Hubungan Antar Pribadi
Setiap kali Anda berdiri untuk berkhotbah, Anda bermaksud menuntun para pendengarmu ke arah satu
hubungan baru yang lebih dalam dengan Yesus, Anda dapat memperolehnya dengan argumentasi yang
logis dan atau seruan yang mengharukan. Suka atau tidak, Anda melakukannya atau gagal melakukannya
kebanyakan sebab sikap pendengar terhadap Anda sementara berbicara. Kalau para pendengar tidak
menyukaimu, hampir tidak mungkin Anda dapat menuntun mereka untuk mengasihi Kristus.
Pengaruh Kuat atas Penginjilan
Jika Anda tidak dapat bergaul baik dengan orang, Anda tidak dapat bergaul baik dalam pelayanan
penggembalaan. Minatmu yang tertinggi seharusnya pada manusia. Kalau Anda menyukai buku,
administrasi atau berpidato lebih daripada menyukai manusia, Anda tidak akan pernah berhasil menjadi
pelayan bagi Kristus Yesus. Melayani manusia yaitu bidang keahlian khusus bagimu.
Satu penyelidikan selama enam tahun melibatkan ribuan anggota awam dari 47 golongan agama telah
meneliti apa yang diharapkan mereka dari pendetanya. Didapati bahwa sifat ketulusan hati pribadi dan
kehangatan pergaulan mengatasi keterampilan profesi. Penelitian ini juga menemukan bahwa sikap
negatif yang paling serius kedua harapan jemaat dari seorang pendeta itu menyangkut dengan hubungan
antar pribadi, yaitu seorang pendeta yang menghindari keakraban dan menolak orang dengan sikap acuh
tak acuh, merendahkan dan kritis.
Sikapmulah yang menentukan lebih dari talentamu bagaimana keberhasilan pelayanan penginjilanmu.
Ellen G. White menandaskan: “Kebijaksanaan dan pertimbangan sehat menambah kegunaan pekerja itu
seratus kali lipat” (Gospel Workers, hlm. 119).
Mengasihi Orang
Sang pendeta harus mengasihi manusia. Berarti pendeta menjadi murid Yesus yang akrab, dan Yesus
berkata: “Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu yaitu murid-murid-Ku, yaitu jika kamu
saling mengasihi” (Yohanes 13:35).
Mengapa burung menyanyi? sebab nyanyian itu ada dalam dirinya. Mengapa pendeta menggembalakan,
dan merencanakan, dan berkhotbah? sebab kasih akan sesama ada dalam diri mereka.
Yesus memberikan ilustrasi: “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya
bagi domba-dombanya, sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-
domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, Ia lari sebab
ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu” (Yohanes 10:11-13).
Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Setiap domba mendapat tempat dalam
hatinya. Yang muda, yang tua, pemimpin, yang dipimpin atau pengikut, semuanya berharga bagi gembala
yang benar. Orang upahan tidak peduli akan domba-dombanya; bagi mereka, tugas penggembalaan itu
hanyalah satu pekerjaan belaka.
Pendeta upahan melihat orang sebagai batu loncatan bagi ambisinya. Mereka mau berjalan sambil
menginjak mereka untuk mencapai tujuan. Bagi mereka yang demikian, anggota hanyalah sebagai pion
dalam permainan catur–untuk dimainkan dan dikuasai lebih daripada dipahami atau dikasihi.
Sekembalinya dari Bukit Sinai, Musa memperagakan kasih penggembalaan yang ideal kepada bangsa itu.
Setelah Bangsa Israel menyembah patung anak lembu yang terbuat dari emas, dia mengantarai mereka,
“Rasa malu-malunya lenyap dalam minat dan kasihnya yang mendalam bagi mereka. Di dalam tangan
Allah, dia telah berbuat begitu banyak . . . . Minatnya dalam Bangsa Israel itu muncul dari motivasi yang
tidak mementingkan diri sendiri. Kemakmuran umat pilihan Allah lebih berharga baginya daripada
kehormatan pribadi, lebih berharga daripada kesempatan menjadi bapa pemimpin bangsa yang perkasa”
(Patriarchs and Prophets, hlm. 319).
Mengasihi umat yang tidak mengasihi. — Pada umumnya mengasihi umat yaitu sangat populer dan
agak mudah. Tetapi mengasihi orang tertentu yaitu salah satu tugas paling sukar dalam hidup
penggembalaan. Pendeta harus dapat melihat seseorang sebagaimana ia ada, memperhatikan kutilnya dan
segalanya, tetapi tidak lupa melihat masa depannya demi kemakmuran Allah.
Menjadi pelayan Yesus, Anda harus melayani sebagaimana Yesus lakukan: “Melihat orang banyak itu
tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, sebab mereka lelah dan terlantar seperti domba
yang tidak bergembala” Matius 9:36). Berbelaskasihanlah seperti Yesus telah berbelas kasihan yaitu
meringankan bebannya bukan sekadar merasa simpati. Bukan hanya menerima kekurangan-kekurangan
seseorang tetapi rindu untuk menolong mereka mengatasinya.
Mengasihi orang yang suka menghina. — Bahkan orang yang suka menghina dapat dikasihi bila Anda
memusatkan bukan pada apa yang dia lakukan, tetapi pada luka yang menyebabkan dia melakukannya.
Kadang-kadang kita semua dihina, dikritik, disalahpahami dan dituduh yang bukan-bukan. Satu batu
ujian kasih Kristen ialah kesanggupan untuk benar-benar mengampuni mereka yang sudah menghina
Anda. Kita harus mengampuni mereka yang bersalah ketika kita benar. “Sabarlah kamu seorang terhadap
yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain, apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang
lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuatlah demikian” (Kolose 3:13). Kita
mengampuni yang lain sebagaimana Kristus telah mengampuni kita. Bagaimanakah Kristus telah
mengampuni engkau? Apakah Dia telah mengampuni engkau ketika Dialah yang bersalah dan Andalah
yang benar? Pengampunan yang tak semestinya diberikan yaitu pengampunan Kristus.
Persahabatan Intim
Haruskah seorang pendeta bersahabat secara intim? Betul sama sekali! Persahabatan yang erat dan dapat
dipercaya yang terbit dari lubuk hati bukannya hanya diizinkan, tetapi sebagai satu tanda kematangan
jiwa dan kemampuan berhubungan.
Setiap orang memerlukan sahabat karib. — Yesus memerlukan sahabat. Dia memilih keduabelas
murid menjadi sahabat-sahabat-Nya yang istimewa. Dia memiliki satu persahabatan khusus yang unik
dengan Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Boleh saja Yohanes menjadi sahabat-Nya yang terbaik dan paling
dekat di antara manusia (Matius 17:1; 26:37; Yohanes 13:23; 19:26; 20:2).
Persahabatan menolong Anda untuk mengembangkan satu pandangan yang lebih nyata tentang dirimu
dan keterbatasan dirimu. Seorang sahabat karib bukan hanya mendukung Anda, tetapi juga
menyingkapkan dirimu. Calon sahabat akan memberitahukan padamu apa yang dia sukai dalam dirimu.
Sahabat karib juga memberitahukan padamu apa yang dia tidak sukai dalam dirimu. Barangkali itulah
sebabnya mengapa tidak aman bagi pendeta kalau hanya mengingini calon sahabat.
Di manakah pendeta dapat menemukan sahabat karib? Diharapkan bahwa sahabatmu yang terbaik ialah
pasangan hidupmu. Satu definisi sahabat karib ialah yang kepadanya Anda terbuka, dengan siapa Anda
berkomunikasi dengan bebas. Sekalipun kamu saling mengasihi dan hidup di bawah satu atap,
pasanganmu itu tidak dapat menjadi seorang sahabat karib kecuali Anda menceritakan buah pikiran,
rencana, rasa takut, kegagalan dan kekecewaanmu.
Sekretaris Kependetaan Anda seharusnya seorang sahabat yang dapat dipercaya. Asosiasi Kependetaan
mengimbau agar pendelegasian tugas sekretaris kependetaan menyanggupkan orang itu melayani selaku
sahabat karib. Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan pendeta atau pasangan hidupnya tidak
mempercayakan secara rahasia kepada siapa pun yang terlibat disiplin atau penempatan pendeta.
Boleh saja Anda lebih menyukai seorang rekan pendeta menjadi sahabat yang dapat dipercaya. Pendeta
yang lain membagikan masalah yang sama dan kekecewaan dan sering memahami masalah lebih
sempurna.
Sahabat karib di antara jemaat dapat menyulitkan. — Paling sedikit ada tiga macam kesulitan
memiliki sahabat karib di antara anggota jemaat:
1. Untuk mempertahankan satu roh sehat di antara semua anggota jemaatmu, Anda harus menjaga jangan
sampai ada pilih kasih terhadap siapa pun. Anda berusaha keras mengasihi yang bersikap acuh tak acuh
dan yang tidak bereaksi sama dengan mereka yang bersemangat dan suka kerja sama.
2. Menjadi terlalu terbuka tentang kehidupan pribadimu, itu akan mengancam kesan akan kepribadianmu
selaku gembala dan pemimpin.
3. Pentingnya rahasia empat mata akan membatasi kebebasanmu untuk membagikan masalah, terutama
dalam lingkungan jemaat. Semua sebab musabab ini telah menuntun banyak gembala dan pegawai misi
atau konferens untuk tidak menganjurkan persahabatan intim di antara keluargamu dengan anggota
jemaat.
Sebaliknya, teologi karunia rohani dan menjadi pendeta itu mengajarkan bahwa setiap anggota jemaat
yaitu seorang pelayan penginjilan. Itu memberi peluang bahwa semua harus melayani satu sama lain
dalam warga yang saling tergantung. Jika Anda selaku pendeta melayani dengan membiarkan jemaat
melayani Anda, Anda bukanlah sebagian dari jemaat warga itu. Sumber utama pertolongan bagi
anggota mana pun dari warga itu ialah warga itu sendiri.
Bolehkah pendeta itu memiliki sahabat karib di antara anggota jemaat? Ada dua anjuran:
1. Paling sedikit itu sebagian memungkinkan kalau Anda dapat mempertahankan batas yang jelas antara
persahabatan dengan pelayanan.
Dalam kapasitasmu yang resmi, Anda harus melayani semua anggota dengan kadar yang sama. Anda
harus berusaha jangan memiliki orang kesayangan di antara anggota majelis jemaat atau di dalam
fungsi gerejani lainnya.
Namun selama waktu pribadimu, beberapa persahabatan dapat berkembang. Persahabatan akrab seperti
ini janganlah ditutupi, dan jangan pula itu terlalu kentara kelihatan. Garis bawahi bahwa Anda tidak boleh
menyebabkan siapa pun merasa dikucilkan.
2. Persahabatan yang erat dengan tua-tua jemaat biasanya dapat menghindarkan kritik. Merekalah teman
sejawatmu–mitra dalam pelayanan Injil. sebab Anda yaitu pendeta mereka juga, barangkali ada saja
hal-hal yang engkau sendiri tidak berani membeberkan. Tidak boleh terbentuk persahabatan secara dinas
penuh, namun mereka dapat merasa sangat puas dan menolong dengan memenuhi persahabatanmu.
Hubungan warga
Orang-orang Advent pada umumnya dan para pendeta Advent khususnya cenderung terisolasi dari
tetangga dan warga kota di mana mereka tinggal. Kita merasa yang kita sibuk dengan misi kita
sendiri sambil menegakkan standar ajaran kita sendiri. Sering warga menganggap ini sebagai satu
sikap menyendiri dan sifat keangkuhan rohaniah. Anda harus terlibat dengan kegiatan-kegiatan
warga dalam batas waktu dan hati nurani Anda. Anda harus memasukkan para pendeta dari gereja
lain dalam pelayanan penginjilanmu. Jika mungkin, jadilah sebagian dari asosiasi kependetaan setempat.
Anda bukan saja dapat mempengaruhi mereka, tetapi juga menemukan dalam diri mereka persahabatan
satu profesi yang berharga.
Kita senang mengutip ayat ini: “Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin
bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya” (Kisah 6:7). Kita
memandang waktunya kapan penarikan para pendeta Kristen lainnya di bawah hujan awal akan terulang
dalam menarik imam kepada pekabaran tiga malaikat di bawah hujan akhir.
Kita tidak berhak mengharapkan para pendeta gereja lain bergabung dengan kita jika kita sendiri tidak
melayani mereka. Dalam pelayanan-Nya bergaul dengan para pimpinan rohani lainnya–yaitu para pendeta
gereja lainnya. Contohnya, Nikodemus dalam Yohanes 3. Jika sekiranya tidak ada Yohanes 3, maka jelas
tidak akan ada Kisah 6.
Pasal 4
Mengatur Waktu
Kejamnya Waktu
Nampaknya tidak seorang pun memiliki cukup waktu. Namun kita semuanya memiliki segala waktu
yang ada. Bagaimana mengaturnya yaitu rahasia mengapa sebagian orang dapat melakukan lebih
banyak daripada orang lain.
Yesus menekankan hal-hal yang mendesak tentang waktu. “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang
mengutus Aku, selama masih siang; akan datang alam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat
bekerja” (Yohanes 9:4).
Hal mengatur waktu sudah selamanya menjadi satu masalah bagi orang Kristen pada umumnya dan
pendeta khususnya. Ini ternyata benar bahkan pada abad pertama, ketika Paulus menulis, “sebab itu
perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah hidup seperti orang bebal, tetapi seperti
orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, sebab hari-hari ini yaitu jahat” (Efesus 5:15, 16).
Menghemat Waktu
Di bawah ini ada delapan usul:
1. Rencanakan. — Perencanaan menambah kepuasan. Susahnya kalau tidak merencanakan penggunaan
waktumu ialah bahwa tidak ada cara mengetahuinya kalau Anda sudah memanfaatkannya dengan baik.
“Bagi dia yang tidak mengetahui arah pelabuhan yang dituju, tidak ada arah angin yang cocok.” Jika
Anda tidak tahu ke mana engkau sedang bepergian pada satu hari tertentu, satu Minggu atau satu tahun,
bagaimanakah Anda dapat menikmati kepuasan setelah tiba di sana? Perencanaan menambah kepuasan.
Pertama-tama, tentukanlah sasaran dan tujuan jangka waktu panjang tentang apa yang Anda paling suka
lakukan. Kemudian, kembangkanlah satu jadwal waktu untuk melaksanakannya. tanpa suatu rencana
seperti itu, Anda akan melayani dari satu tugas ke tugas yang lain sambil menyelesaikan sedikit tanpa
benar-benar mengatasi yang paling penting.
Setiap tahun sisihkanlah beberapa jam untuk duduk bersama pasanganmu dan jadwalkanlah acara
mingguan: berapa jam di kantor, komite dan pertemuan di gereja, perlawatan dan di rumah. Beginilah
jadwal mingguan bagi seorang pendeta yang menggembalakan tiga gereja.
Minggu : Keluarga
Pagi Setiap Hari : Belajar dan kerja kantor
Senin : Siang dan Sore–Belajar Alkitab, pertemuan, melawat gereja A, gerejamu yang terbesar.
Selasa : Siang dan Sore–sama di gereja B.
Rabu : Siang dan Sore–sama di gereja C.
Kamis : Siang dan Sore–sama, kembali ke gereja A.
Jumat “ Semua persiapan untuk Sabat
Sabat : Acara gereja dan waktu untuk keluarga.
Rencana harus bisa disesuaikan. Jangan buat rencana itu terlalu ketat. Pelayanan penggembalaan
memiliki terlalu banyak pengecualian dan keadaan darurat. Haraplah yang tidak diharapkan. Satu
rencana yang begitu persis dan terinci yang benar-benar tak dapat diikuti akan segera ditinggalkan.
Perencanaan harus dihubungkan. Anggota jemaat tidak akan pernah menghormati waktumu sepenuh
yang Anda inginkan, tetapi Anda tidak berhak mengomel kalau mereka mengganggu jadwal waktumu
jika Anda belum memberitahukan kepada mereka susunannya. Perbincangkanlah jadwalmu dengan
majelis gereja, dan mintalah nasihat, pengesahan dan dukungan mereka. Kemudian umumkanlah jadwal
itu kepada jemaat. Anda harus selalu tambahkan bahwa Anda tetap bersedia kapan saja dalam keadaan
darurat, dan bahwa Anda berusaha memanfaatkan waktumu demikian agar Anda dapat membagikan
waktu paling banyak untuk jemaat.
Hubungkanlah jadwalmu dalam tulisan. Tempelkan jadwal itu di pintu kantormu. Masukkan itu dalam
buletin gereja. Demi keadilan bagi anggota jemaat, bersedialah sesuai jadwal. Demi keadilan bagimu,
anggotamu harus memahami keadaan yang Anda tidak dapat hadir sebab apa pun dan pada saat mana
pun.
Hubungkanlah secara pribadi. Hal ini paling sulit dan rumit. Bagaimanakah Anda bisa mengatasinya jika
ada orang berkunjung atau bertelepon dengan tidak ada keperluan penting selain mau ngobrol? Jika ada
yang bertanya: “Apakah Anda sedang sibuk?” Janganlah terlalu baik untuk memberikan satu jawaban
yang jujur. Satu jawaban yang seimbang ialah: “Ya, memang saya sangat sibuk sekarang ini. Bagaimana
saya dapat menolong saudara?” Jika orang itu masih mau ngobrol, perhatikanlah dia dengan saksama
untuk beberapa menit. Kemudian, kalau itu hanya kunjungan biasa, berdirilah dan ucapkan terima kasih
sebab dia telah datang, jabat tangan atau barangkali berdoalah sejenak. Janganlah bertindak kasar. Tetapi
j angan pula yang sedikit menguasai penggunaan waktumu sehingga Anda tidak berhasil menolong yang
banyak.
2. Prioritas. Para ahli tepat guna berbicara tentang aturan 80/20. Menurut aturan ini, kita cenderung
memakai 80% waktu kita melakukan apa yang menghasilkan 20%. Para pendeta memakai
terlalu banyak waktu melakukan hal-hal yang tidak berarti. Terlalu banyak yang berbisnis memburu
semut daripada memburu gajah, sebab semut itu lebih cepat dibunuh dan jumlahnya lebih banyak. Yang
paling berhasil bukanlah mereka yang bekerja keras, tetapi mereka yang bekerja keras melakukan
pekerjaan yang sulit.
Pada permulaan setiap Minggu, buatlah satu daftar pekerjaan apa yang paling dibutuhkan sepanjang
minggu. Setiap pagi, tentukanlah yang mana dalam daftar itu yang harus dilakukan pada hari itu. “Bila
Anda bangun di pagi hari, sedapat-dapatnya pertimbangkanlah pekerjaan apa yang harus dilakukan pada
hari itu. Jika perlu, cantumkanlah dalam buku catatan kecil hal-hal yang perlu dilaksanakan, dan
sediakanlah waktu bagi dirimu untuk melakukannya” (Evangelism, hlm. 652).
Sekarang laksanakan menurut prioritas. Aturan 80/20 nilai harian mengatakan yang itu datang dari 20%
dari yang didaftarkan. Tolaklah kecenderungan melakukan tugas yang mudah duluan, dan meninggalkan
yang sukar. Susunlah daftar itu dalam urutan alfabet. Dahulukan A yang paling penting, kemudian C yang
kurang penting dalam daftar. Tujuanmu bukan melakukan segala sesuatu yang di dalam daftar, tetapi hal-
hal yang paling penting.
3. Ciptakanlah itu pada waktu terbaikmu. Pada jam-jam tertentu di hari itu, tingkat tenaga cenderung
lebih tinggi. Bagi banyak orang, itulah yang pertama-tama di pagi hari. Bagi yang lain, susah bangun di
pagi hari, tetapi mereka cerdas dan bersemangat di malam hari. Tidak ada orang lain yang berhak
mengguruimu kapan melakukan pekerjaanmu yang kreatif yang memerlukan pemikiran keras.
Lakukanlah itu kapan saja kekuatanmu memuncak.
4. Gunakan bantuan sekretaris. Seorang sekretaris dapat melipatgandakan efektivitasmu dengan
menangani surat-surat urusan gereja, menjawab telepon, mengatur janji dan sebagainya. Tetapi malang
sekali, hanya sedikit gereja yang mau atau sanggup membiayai gaji yang demikian. Barangkali seorang
sekretaris sambilan memungkinkan. Mungkin juga seorang sukarelawan atau sukarelawati atau seorang
pensiunan sekretaris dapat melakukannya. Pasanganmu sangat mungkin bekerja sama denganmu gantinya
Anda memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga. Boleh saja seorang yang terkurung memakai
telepon untuk membuat janji perlawatanmu untuk menolongmu menjenguk dua kali lebih banyak orang
dalam jumlah waktu perlawatan yang sama.
5. Kelompokkan panggilanmu. Kelompokkan perlawatanmu. Usahakan jangan berada di bagian distrik
yang sama dua kali dalam minggu yang sama. Kelompokkanlah panggilan teleponmu. Biarlah jemaa

